Berita Jakarta
Pemprov Jakarta akan Perbanyak Jembatan Angkat Buka, Mudahkan Pengerukan Sungai
Jembatan tersebut dinamakan Jembatan Antar Kampung (JAK) Angkat Gandaria yang berlokasi di Jakarta Selatan .
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Jakarta punya jembatan pertama yang bisa diangkat untuk buka dan tutup akses.
Jembatan tersebut dinamakan Jembatan Antar Kampung (JAK) Angkat Gandaria yang berlokasi di Jakarta Selatan (Jaksel).
Jembatan ini menghubungkan Jalan Gandaria I, Kelurahan Keramat Pela, Kebayoran Baru, dengan Jalan Mulia I, Kelurahan Kebayoran Lama Utara.
Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ke depannya bakal memperbanyak pembangunan Jembatan Antar Kampung di wilayah Jakarta.
Apabila jembatan di Jakarta memiliki sistem buka tutup, mobilitas alat berat akan lebih mudah, sehingga pengerukan sungai dapat berjalan lebih cepat.
Baca juga: Permudah Pengerukan Sungai, Rano Karno Minta Jembatan di Jakarta Bisa Buka Tutup Seperti di Belanda
“Yang pertama untuk jembatan yang di Gandaria (Jaksel) kebetulan sebelum dimulai pembangunan memang berkonsultasi dengan kami dan memang di Jakarta kami akan membuat jembatan-jembatan seperti itu,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Orang nomor satu di Jakarta itu menyebut nantinya jembatan model buka tutup ini penting guna mendukung kegiatan pengerukan sungai di kawasan padat penduduk.
Sehingga, alat berat berukuran kecil, seperti ekskavator mini, bisa masuk ke sungai-sungai di kawasan padat.
“Kenapa dibuat? Agar ekskavator yang kecil itu bisa masuk ke sungai-sungai yang padat penduduk sehingga dengan demikian pengerukan yang sekarang dilakukan di Tanah Abang dan sebagainya termasuk di Gandaria maka untuk itu kita akan perbanyak,” jelas dia.
Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyebutkan, untuk memudahkan proses pengerukan sungai sebagai upaya utama mengatasi banjir, jembatan di wilayah Jakarta didesain dengan sistem buka tutup seperti di Belanda.
"Mungkin dianggap saya bercanda, coba didesain jembatan yang bisa buka tutup," kata Rano Karno saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (11/8/2025).
"Sebab, di Belanda, jembatan itu fungsi buka tutup. Ini untuk apa? Misalnya kita ngeruk sini mau pindah, ini jembatan buka. Jadi istilah yang beko itu bisa pindah ke sana," ujar Rano Karno.
Baca juga: Banyak Jembatan Hingga Jamban, Pengerukan Anak Kali Krukut Jakpus Dilakukan Manual
Rano Karno menerangkan, alat berat kerap kali kesulitan masuk menuju lokasi pengerukan dikarenakan ruang yang sempit di Jakarta.
"Artinya, harusnya seluruh (pengerukan). Ada di wilayah-wilayah kecil, itu teknis alat angkut atau alat keruk kita masuk ke situ sulitnya luar biasa," jelas Rano Karno.
Rano Karno menyebutkan, dia sudah berkoordinasi kepada anak buahnya ke Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin.
| Jakarta International Velodrome Dipilih Jadi Venue Playoffs MPL ID Season 17, Ini Alasannya |
|
|---|
| Perselisihan Sopir Berujung Pembakaran Angkot di Tanah Abang Jakarta Pusat, Ini Pemicunya |
|
|---|
| Tarif TransJakarta Berpotensi Naik, Pemprov DKI Jakarta Kaji Dampak ke Daya Beli Masyarakat |
|
|---|
| Warga Tangkap Ikan Sapu-sapu di Bantaran Kali Ciliwung Jakarta, Dijual ke Penampung Rp 15 Ribu/kg |
|
|---|
| Langkah Perumda Pasar Jaya Hidupkan Kembali Geliat Pasar Santa Jaksel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/badan-jembatan-bisa-dibuka-tutup.jpg)