Berita Jakarta
Tidak Hanya Teknologi, Pemprov DKI Jakarta Libatkan Warga Hadapi Tantangan Perkotaan
Kepala Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengatakan konsep smart city atau kota cerdas bagi Jakarta bukan sekadar menambah teknologi.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta terus berbenah mengenai perkotaan yang ada di wilayah setempat.
Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi turut melibatkan masyarakat dalam mengeluarkan kebijakan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengatakan konsep smart city atau kota cerdas bagi Jakarta bukan sekadar menambah teknologi.
Akan tetapi, kata dia, melalui pendekatan terpadu yang memadukan data, teknologi, dan keterlibatan warga untuk menjawab tantangan perkotaan yang kompleks.
Menurut dia, sebuah kota dikatakan cerdas ketika mampu merespons kompleksitas dengan adaptif dan empati terhadap warganya.
“Visi kami adalah Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global, dengan kualitas hidup yang lebih baik, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan akses yang setara bagi semua warga,” kata Budi yang dikutip dari keterangan PPID Provinsi DKI Jakarta pada Sabtu (16/8/2025).
Hal itu dikatakan Budi saat menjadi pembicara dalam sesi Fireside Chat bertajuk ‘Powering Jakarta’s Smart City Future with Data, AI, and Citizen-Centric Innovation’ pada gelaran Statistical Analysis System (SAS) Innovate di Singapura pada Rabu (13/8/2025).
Acara ini mempertemukan para pemimpin kota, pelaku industri, dan pakar teknologi untuk membahas pemanfaatan data dan kecerdasan buatan dalam membangun kota cerdas yang inklusif dan adaptif.
Budi melanjutkan, saat ini Jakarta berada di peringkat ke-74 Global City Index dan menargetkan masuk 20 besar dunia pada 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan layanan publik berbasis digital, seperti aplikasi JAKI (Jakarta Kini) yang menjadi superapp resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Baca juga: Jakarta Ditetapkan jadi Sekretariat Pertemuan Gubernur/Wali Kota dari Ibu Kota ASEAN
JAKI mengintegrasikan berbagai layanan publik, mulai dari pengaduan warga, pemantauan kualitas udara, hingga peringatan dini bencana, dan telah direplikasi di sejumlah daerah lain di Indonesia.
Selain itu, Jakarta terus memperluas infrastruktur teknologi, termasuk pengoperasian 1.500 CCTV dengan target 5.000 unit pada 2026.
Selain itu, Pemerintah DKI Jakarta juga melakukan pemanfaatan synthetic data untuk uji coba kebijakan sebelum diterapkan.
“Prinsip kami sederhana: data harus dapat diakses, dipercaya, dan digunakan untuk pengambilan keputusan yang berdampak. Data bukan hanya dikumpulkan, tetapi dikontekstualisasikan untuk berpikir dan bertindak,” jelas Budi.
Melalui forum SAS Innovate ini, Pemprov DKI Jakarta menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat, untuk membangun ekosistem inovasi yang mendukung keberlanjutan kota.
| PKB Kritik Rencana Nama Halte untuk Parpol, Sebut Politisasi Ruang Publik |
|
|---|
| Apel Gabungan di Pesanggrahan, Polisi-TNI dan Warga Jaga Keamanan Jakarta Selatan |
|
|---|
| Hujan dan Angin Kencang, 12 Pohon Tumbang di Jakarta Timur |
|
|---|
| Sistem Booking Royaltrans Picu Kepadatan, Pramono Minta Transjakarta Evaluasi |
|
|---|
| Diprotes Warga karena Mengganggu, Lapangan Padel dan Mini Soccer di Simprug Jaksel Masih Beroperasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Budi-Awaludin-di-Singapura-pada-Rabu-1382025.jpg)