Selasa, 5 Mei 2026

Pendidikan

Banyak Anak Putus Sekolah, Lukmanul Hakim Sebut Swasta Gratis Harus Dahulukan Riset

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung sempat menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di ibu kota yang putus sekolah karena biaya

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah
PUTUS SEKOLAH - Miris di Jakarta Barat banyak anak-anak putus sekolah. Padahal Gubernur Pramono menegaskan tidak boleh ada anak di ibu kota yang putus sekolah karena biaya. 

WARTAKOTALIVE.COM, CENGKARENG — Banyaknya jumlah anak putus sekolah di wilayah Jakarta Barat, menjadi potret memilukan bagi DKI Jakarta yang memiliki anggaran pendidikan hingga mencapai Rp 3,4 triliun.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung sempat menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di ibu kota yang putus sekolah karena biaya.

Pramono juga mengaku sudah memerintahkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memprioritaskan pemberian bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi anak-anak yang membutuhkan.

Di samping itu, sebelumnya ada 40 sekolah swasta gratis yang dibuka di wilayah DKI Jakarta.

Kendati demikian, Anggota Komisi C DPRD Jakarta, Lukmanul Hakim menyebut jika di lokus wilayahnya bekerja yakni di Semanan, Duri Kosambi, dan Tegal Alur, belum mendapat sekolah swasta gratis.

Baca juga: Cerita Anggota DPRD DKI Lukmanul Hakim Temukan Banyak Anak Putus Sekolah di Jakbar

"Hanya yang ada di Rawabuaya (Cengkareng)," ujarnya kepada wartawan, Jumat (15/8/2025).

Menurutnya, inisiasi sekolah swasta gratis oleh pemerintah provinsi (Pemprov) adalah suatu hal yang bagus.

Hanya saja, Lukman menyebut jika perlu adanya riset sebelum pemetaan dilakukan.

"Harusnya sekolah gratis itu bagus. Upaya pemerintah sesuai dengan keputusan MK, mengamanatkan harus sekolah gratis.

Tetapi harusnya pemerintah DKI meriset, ini daerah penduduk banyak enggak? Ini harusnya seperti apa?" ujar Lukmanul.

"Nah itu harusnya diriset, agar tidak terlalu banyak anak-anak yang putus sekolah, tidak mendapatkan peluang untuk bisa sekolah di swasta gratis," imbuhnya.

Baca juga: Curhat Okta, Anak 12 Tahun yang Hampir Gagal Raih Mimpi Jadi Guru Gara-gara Putus Sekolah

Sementara itu, belum ada konfirmasi yang diterima Warta Kota dari Kasudin Pendidikan Jakarta Barat terkait hal ini. 

Sebelumnya diberitakan, puluhan anak putus sekolah mendatangi Balai RW 06 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat untuk menyampaikan keterbatasannya mengenyam pendidikan kepada anggota Komisi C DPRD Jakarta, Lukmanul Hakim, Kamis (14/8/2025). 

Dari yang nampak di lokasi, para anak-anak yang putus sekolah itu datang bersama orangtuanya dengan penampilan yang cukup lusuh. 

Mereka juga tak mengenakan seragam apapun, hanya kaos main dengan berbagai warna mencolok dan gambar kartun di bagian tengahnya. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved