Viral Media Sosial

Terancam Dipidana, Dr Tifa Berkaca Kisah Gus Nur: Penjara Tidak Bisa Membungkam Hati Nurani

Terancam Dipidana, Dr Tifa: Gus Nur mengajarkan, penjara hanya bisa menahan tubuh, tetapi tidak bisa membungkam hati nurani

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
VIRAL MEDIA SOSIAL - Kolase Pegiat media sosial serta alumni Universitas Gajah Mada (UGM), Tifauzia Tyassuma atau Dr Tifa dan Pendakwah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur. 

"Ayo kita lanjutkan saja atau minta maaf rekonsiliasi. Lanjut berobat ke Ghuang Zhou. Sebab percuma ancam kami masuk tahanan. Tak bisa lagi kami dibungkam, karena 93 persen Rakyat sudah paham ijazah palsu," ungkap Dr Tifa.

"Pahlawan baru muncul dengan jejak abadi dalam buku kami yang akan terus mewakili kami bicara ke dunia. Pecundang akan terus dikenang sebagai pecundang. Pecundang dan Penipu," jelasnya.

Dr Tifa Terbitkan Buku Jokowi's White Paper

Kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir.

Bersamaan dengan berjalannya penyidikan, Dr Tifa mengungkapkan telah merampungkan sebuah buku barunya yang diberinya judul JOKOWI'S WHITE PAPER.

Buku bersampul putih itu merupakan hasil karya dirinya bersama sejawatnya, yakni Roy Suryo dan Rismon Hasiholan Sianipar.

Kabar baik itu disampaikan Dr Tigfa lewat akun twitter atau X pribadinya @DokterTifa pada Minggu (10/8/2025) malam.

Buku bersampul putih itu dijelaskannya merupakan kajian digital forensic, telematika dan neuropolitika atas keabsahan dokumen dan perilaku kekuasaan.

"Sesuai komitmen kami InsyaAllah Buku karya kami bertiga, yang berisikan penelitian kami terhadap keabsahan dokumen dan perilaku seorang Pejabat, mantan Presiden ke-7 Joko Widodo, sudah tuntas kami teliti, sudah selesai kami tulis," ungkap Dr Tifa.

"Judulnya JOKOWI'S WHITE PAPER Kajian Digital Forensik, Telematika, dan Neuropolitika atas Keabsahan Dokumen dan Perilaku Kekuasaan," tambahnya.

Dr Tifa mengungkapkan alasan dirinya bersama rekan-rekannya menulis buku tersebut.

Pertama agar tulisannya mengenai keabsahan ijazah Jokowi dapat dibaca dengan mudah oleh masyarakat.

Apalagi, buku ini tak hanya dicetak, tetapi juga akan disebarluaskan lewat digital.  

"Daripada memuat tulisan kami di jurnal yang butuh waktu dan dampaknya minimal karena yang membaca terbatas, maka kami sepakat hasil penelitian kami publikasi menjadi Buku Ilmiah," ungkap Dr Tifa

"Buku bisa disebarkan dengan masif baik versi analog maupun digitalnya. Kami buat dalam dua versi bahasa Indonesia dan English, dan akan tersedia di Amazon untuk versi Englishnya," jelasnya. 

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved