Minggu, 19 April 2026

Pembunuhan

Jumlah Tersangka Bertambah, Ternyata Prada Lucky Chepril Dikeroyok 20 Prajurit Lain

Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengumumkan dari semula ada 4 tersangka, kini total 20 tersangka dalam kasus pengeroyokan Prada Lucky

Editor: Feryanto Hadi
layar tangkap CNN
KEMATIAN PRADA LUCKY - Ibunda dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Epi Seprina Mirpey mengaku menemukan banyak kejanggalan sebelum putranya itu tewas di tangan seniornya 

WARTAKOTALIVE.COM-- Penyelidikan kasus kematian Prada Lucky Namo, anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere, yang diduga akibat dianiaya sejumlah seniornya oleh jajaran Sub Denpom Sub Denpom IX/1-1 Ende telah membuahkan hasil. 

Hingga saat ini, tertatat sebanyak 20 prajurit diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana

“Saya sudah sampaikan, semuanya atas dasar pembinaan, jadi pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa kegiatan ini terjadi semuanya pada dasarnya pelaksanaan pembinaan kepada prajurit," ujar Brigjen Wahyu Yudhayana di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2025).

Meski begitu detail motif dari para tersangka masih didalami dalam pemeriksaan.

Sebelumnya Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengumumkan dari semula ada 4 tersangka, kini total 20 tersangka dalam kasus pengeroyokan Prada Lucky.

“Hari ini, saya sampaikan bahwa ke-16 personil yang kemarin dilanjutkan pemeriksaannya secara mendalam, itu sudah juga ditetapkan sebagai tersangka. Sehingga total sekarang ada 20 orang personil, prajurit,  yang ditetapkan sebagai tersangka. Untuk yang 4 orang ditetapkan sebagai tersangka awal, itu sudah dipindahkan penahanannya di Denpom Kupang,” kata Brigjen TNI Wahyu, Senin (11/8/2025).

Ibu korban terpukul

Mama Epi, ibunda dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo, masih merasakan duka mendalam.

Ia kini berjuang menuntut keadilan bagi putranya Prada Lucky yang meninggal di dunia diduga akibat penganiyaan yang dialaminya saat bertugas.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, dengan Pos Kupang, Mama Epi menceritakan kisahnya yang penuh kepedihan.

Ia mengingat kembali momen-momen sejak komunikasi terakhirnya dengan Lucky, hingga saat ia melihat putranya sudah dalam keadaan koma di ICU.

“Terlalu banyak yang tidak masuk akal,” kata Mama Epi.

"Jika mereka tahu anak saya sakit, kenapa tidak memberitahu saya? Mengapa ponselnya disita dan saya tidak bisa menghubunginya sama sekali?"

Ia juga mengungkapkan usahanya menghubungi Lucky yang tidak pernah menghasilkan hasil, membuat perasaannya semakin hancur.

Baca juga: Dosen Hukum Sebut Pelaku Penganiaya Prada Lucky bisa Kena Pasal Berlapis

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved