Permainan Digital

Menteri Dikdasmen Ingatkan Permainan Digital Roblox Berbahaya Bagi Anak, Ini Sebabnya

Menteri Dikdasmen Ingatkan Permainan Digital Roblox Berbahaya Bagi Anak, Ini Sebabnya

Wartakotalive.com/ Alfian Firmansyah
ROBLOX BAHAYA ANAK - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen ) Abdul Mu'ti saat menghadiri acara peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak sekolah di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat, Senin (4/7/2025). Abdul Mu'to mengingatkan bahwa permainan digital atau game yang kini disukai anak-anak yakni Roblox sebenarnyta berbahaya bagi anak, ia menjelaskan penyebabnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen ) Abdul Mu'ti melarang anak-anak bermain permainan digital Roblox.

Menurutnya, game tersebut mengandung unsur berbahaya bagi anak-anak yang secara psikologis belum matang

Hal ini disampikan Abdul Mu’ti saat menghadiri acara peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak sekolah di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat, Senin (4/7/2025).

Baca juga: Potensi Bahaya Anak Menelan Baterai dan Magnet, Bisa Merusak Jaringan Organ Tubuh 

Abdul Mu'ti menjelaskan, bahwa ketidakmampuan anak membedakan realitas dan fiksi membuat mereka cenderung meniru adegan-adegan dalam game, termasuk aksi kekerasan yang lazim terjadi di dunia virtual seperti permainan Roblox itu. 

"Sehingga praktek kekerasan yang ada di berbagai game itu bisa memicu kekerasan dalam kehidupan sehari-hari anak," ungkapnya. 

Abdul Mu’ti menyebut, ia mencontohkan dalam permainan tersebut adegan membanting karakter.

 Hal itu dianggap wajar dalam konteks permainan, tetapi bisa menjadi masalah serius jika dilakukan dalam kehidupan nyata.

"Misalnya, kalau di game itu dibanting, itu kan tidak apa-apa. Tapi kalau dia main dengan temannya kemudian dibanting, kan jadi masalah," imbuhnya.

Baca juga: Main Game di Warnet Usai Bobol Mobil, Remaja 17 Tahun Dibekuk Polisi Tambora

Dengan demikian, Abdul Mu’ti pun menyoroti pentingnya orang tua dalam mengatasi fenomena paparan digital ini.

Menurutnya, penggunaan gawai kepada anak-anak harus dibatasi semaksimal mungkin, sebagai antisipasi dari dampak negatif dari gawai. 

"Sejak  awal harus kita pandu anak-anak kita ini untuk tidak mengakses informasi-informasi termasuk game-game yang mengandung kekerasan," imbuhnya. (m32) 


Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved