Kebakaran

Kata Siapa Pedagang Tolak Pembangunan, Ini Penjelasan Pengurus Pasar Taman Puring

Pedagang Pasar Taman Puring Tegaskan Tak Ada Penolakan untuk Pembangunan Kembali Pasar

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
REVITALISASI PASAR TAMAN PURING - Muhammad Zein selaku perwakilan pengurus Pasar Taman Puring saat ditemui di lokasi, Kamis (31/7/2025). 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Pengurus Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, merespons adanya pedagang yang menolak rencana Pemprov DKI Jakarta untuk membangun ulang Pasar Taman Puring pasca kebakaran.

Muhammad Zein selaku perwakilan pedagang yang juga pengurus Pasar Taman puring pun mengaku dirinya baru mendengar kabar tersebut.

"Waduh, ini saya baru mendengar malah, kalau pasar ini dibangun ada yang menolak, saya malah baru dengar," ujarnya, saat ditemui di lokasi, Kamis (31/7/2025).

Menurut dia, aneh rasanya mengetahui pedagang justru menolak Pasar Taman Puring untuk dibangun ulang.

Baca juga: Sindikat TPPO Jual Bayi Rp 254 Juta ke Singapura, Harga termasuk Persalinan hingga Kebutuhan Bayi

Padahal, hampir seluruh pedagang bergantung hidup dengan berjualan di pasar yang berawal pada 1950-an sebagai pasar kambing sederhana di kawasan Kebayoran Baru itu.

Adapun nama “Puring” sendiri diambil dari pohon puring yang dahulu tumbuh subur di sekitarnya.

"Kami bergantung hidup di pasar ini, menafkahi anak istri kami, kalau ada pedagang yang menolak untuk dibangun kembali, rasanya aneh, aneh ya, tolong diklarifikasi saja," kata dia.

"Lalu saya mengetahui bahwa pedagang ini semuanya hampir 100 persen pengin dibangun kembali, jadi kalau ada yang menolak dibangun aneh sekali," sambung dia.

Mengenai rencana relokasi atau pembangunan ulang pasar, para pedagang berharap agar Pemprov DKI Jakarta segera membangun kembali pasar tersebut. 

"Kami memohon agar pasar ini dibangun kembali, karena tempat ini adalah harapan hidup kami untuk menafkahi keluarga. Kami bukan hanya sendirian, ada hampir 3.000 jiwa yang bergantung hidup di pasar ini," ungkap Zein.

Zein berharap agar Pemprov DKI segera memberikan keputusan terkait pembangunan kembali Pasar Taman Puring untuk memberikan kepastian bagi para pedagang yang terdampak kebakaran.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan. 

"Bantuan makanan yang diberikan sangat bergizi, kami sangat berterima kasih atas kepeduliannya," tuturnya. 

Pedagang lainnya turut merespons adanya penolakan yang menyebut orang tersebut adalah 'oknum'.

"Menurut saya itu oknum ya, karena kami semua pedagang malah pengin dibangun ulang pasar ini," katanya, yang enggan menyebutkan nama, kepada Warta Kota.

"Memang suka di sini, tapi bukan orang sini. Dia jadi calo di sini, penghubung, jadi mediator, beli di sini, jual di sini, barang apa aja," sambung dia. (m31)

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved