Berita Jakarta

Cerita Syaiful Dagang Sepatu Sejak Bujang, Berharap Pasar Taman Puring Dibangun Lagi usai Kebakaran

Syaiful berdagang di Pasar Taman Puring dengan ikut orang lain di tahun 2000, hingga mampu membuka sendiri usaha sepatu pada empat tahun kemudian.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Warta Kota/Yulianto
SELIDIKI KEBAKARAN - Anggota tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri melakukan pengambilan gambar dan penyelidikan pada lokasi bekas kebakaran di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2025). Menurut data Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, terdapat 552 kios yang ludes terbakar dengan taksiran kerugian sekitar Rp 30 miliar. Kebakaran terjadi pada Senin (28/7/2025) malam. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Syaiful Bahri (46), pedagang sepatu di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berada di rumah saat kebakaran melanda pasar.

Pasar Taman Puring mengalami kebakaran pada Senin (28/7/2025) petang.

Syaiful mengetahui tempatnya berdagang sepatu terbakar dari informasi di grup WhatsApp perkumpulan pedagang Pasar Taman Puring.

Baca juga: Kebakaran Pasar Taman Puring Jaksel Hanguskan 500 Kios, Polisi Ungkap Sumber Api

"Saya sudah di rumah saat kebakaran di Pasar Taman Puring, saya balik lagi ke pasar dan api sudah besar," kata Syaiful, Kamis (31/7/2025).

"Saya hanya bisa nonton kebakaran saja," lanjutnya.

Syaiful berdagang di Pasar Taman Puring dengan ikut orang lain di tahun 2000, hingga mampu membuka sendiri usaha sepatu pada empat tahun kemudian.

Baca juga: Pramono Pelajari Masalah Pasar Taman Puring, Sebelum Kabulkan Permintaan Pedagang

Selama bertahun-tahun, Syaiful berjuang dan mengembangkan usahanya di pasar tersebut.

"Saya dagang sepatu di Pasar Taman Puring sejak bujang sampai sekarang sudah punya istri dan tiga anak," ucap Syaiful.

Syaiful memperkirakan kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp 50 juta.

Baca juga: Ada Persoalan di Lapangan, Pramono Urungkan Niat Relokasi Pedagang Pasar Taman Puring Usai Kebakaran

Peristiwa kebakaran ini menjadi yang ketiga kali terjadi di Pasar Taman Puring setelah sebelumnya pada 2001 dan 2006.

"Yang habis-habisan itu saat kebakaran tahun 2001," kata Syaiful.

Ia berharap adanya bantuan dari pemerintah dan Pasar Taman Puring dibangun kembali. 

Baca juga: Ludes Dilalap Api, Cerita Pilu Pemilik Kios Audio Mobil di Pasar Taman Puring Sejak 30 Tahun Lalu

"Mudah-mudahan dibangun kembali, karena hati saya kan melekat di sini, dagang dari bujang saya di sini, sakit-sehat saya di sini," ucapnya.

Ia juga berharap bisnis yang telah dirintisnya itu dapat diteruskan anaknya suatu hari nanti. 

Meski begitu, omzet penjualannya turun drastis dalam beberapa tahun terakhir saat banyak pelanggan yang beralih ke platform daring untuk membeli barang. 

Baca juga: Kondisi Terbaru Pasar Taman Puring Jaksel setelah Kebakaran, Tumpukan Sisa Toko Masih Keluarkan Asap

Syaiful mengaku pernah mencoba berjualan secara online, tetapi ia merasa kesulitan karena tidak menguasai teknologi dan internet.

Ia berharap anaknya bisa melanjutkan dan mengembangkan usaha sepatu tersebut dengan memanfaatkan peluang jualan online.

"Toko ini sudah jadi bagian dari hidup saya," katanya. (m31)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved