Kebakaran

Ludes Dilalap Api, Cerita Pilu Pemilik Kios Audio Mobil di Pasar Taman Puring Sejak 30 Tahun Lalu

Sebanyak 552 kios hangus terbakar, termasuk kios audio mobil yang sudah ada di Pasar Taman Puring selama lebih dari 30 tahun.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Warta Kota/Yulianto
ASAP MASIH MENGEPUL - Kepulan asap putih masih keluar dari dalam bangunan di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/7/2025) siang. Petugas damkar masih disiagakan di bangunan pasar yang mengalami kebakaran. Asap terlihat muncul di bagian tengah dan belakang bangunan karena bara api yang belum benar-benar padam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kebakaran menghanguskan Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025) sore.

Akibat kebakaran itu, sebanyak 552 kios hangus terbakar, termasuk kios audio mobil yang sudah berdiri di lokasi tersebut selama lebih dari 30 tahun.

Neni Herayani (48) mengatakan, barang-barang yang ada di kios milik suaminya itu tidak dapat diselamatkan setelah kobaran api cepat menjalar dan menghanguskan kios.

Baca juga: Asap Masih Muncul di Pasar Taman Puring Jaksel setelah Kebakaran, Personel Damkar Masih Disiagakan

"Saya lagi salat Magrib, ada telepon memberi kabar (Pasar) Taman Puring kebakaran," kata Neni, Selasa (29/7/2025).

"Saya buru-buru ke Taman Puring dan minta tolong supaya apinya dipadamkan, tapi airnya tidak memadai," lanjutnya.

Saat kebakaran terjadi, hampir seluruh kios sudah dalam keadaan tutup, termasuk kios yang dikelola suami Neni.

Baca juga: Gulkarmat DKI Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Taman Puring

Ketika itu suami Neni diketahui sedang tidak di Jakarta dan penjaga kios sedang pulang kampung.

Upaya untuk menyelamatkan barang di kios itu menjadi sulit karena kios dalam keadaan terkunci.

"Tidak ada yang bisa diselamatkan karena digembok," ucap Neni.

Baca juga: Kebakaran Pasar Taman Puring, Empat Tahanan Polsek Kebayoran Baru Dipindah ke Polres Metro Jaksel

Diperkirakan, kerugian yang dialaminya mencapai lebih dari Rp 100 juta. 

Ia berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah, baik relokasi maupun modal usaha.

"Saya mohon ada solusi, relokasi dan bantuan modal awal dari pemerintah, ini sudah benar-benar habis," kata Neni.

Ia enggan menanggapi isu liar terkait penyebab kebakaran di Pasar Taman Puring. (m31)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved