Berita Internasional
Situasi Terkini Rusia Usai Diguncang Gempa 8,6 Magnitudo
Kementerian Darurat Rusia mengungkapkan situasi terkini Kamchatka dan Sakhalin usai diguncang gempa 8,6 magnitudo
WARTAKOTALIVE.COM - Kementerian Darurat Rusia mengungkapkan situasi terkini Kamchatka dan Sakhalin usai diguncang gempa 8,6 magnitudo hingga menimbulkan tsunami.
Gempa yang terjadi pada Rabu (30/7/2025) itu menjadi gempa terbesar setelah gempa yang berkekuatan sama terjadi di tahun 1952 lalu.
Saat ini Tim penyelamat dan pemadam kebakaran dari Kementerian Darurat Rusia masih memeriksa gedung-gedung di Kamchatka setelah gempa bumi.
Dari video yang beredar kekuatan gempa cukup besar hingga seluruh tiang dan bangunan bergoyang.
Namun untungnya, banyak bangunan yang terlihat tidak runtuh akibat gempa 8,6 magnitudo tersebut.
Warga juga langsung berlarian keluar rumah usai gempa menerpa Rusia.
Data sementara dilaporkan Russia Today fasad salah satu taman kanak-kanak dilaporkan runtuh akibat keadaan darurat. Bangunan tersebut sedang dalam perbaikan, dan tidak ada korban jiwa.
Menteri Kesehatan Daerah Oleg Melnikov juga melaporkan kerusakan pada klinik anak-anak di kota tersebut. Dalam percakapan dengan TASS, ia mengatakan terdapat beberapa korban jiwa.
Kepala Kamchatka Krai Vladimir Solodov menyatakan bahwa penilaian umum kerusakan material setelah gempa bumi akan segera siap.
Data sementara hanya ada korban luka karena evakuasi keluar bangunan dan seorang pasien rumah sakit nekat loncat dari jendela.
Namun tidak ada laporan cedera serius karena gempabumi tersebut.
"Ada orang yang terluka saat berlari keluar. Ada seorang pasien yang melompat dari jendela. Sayangnya, seorang wanita yang berada di gedung bandara baru terluka. Semua pasien dalam kondisi baik. Tidak ada cedera serius yang tercatat saat ini," kata kepala departemen tersebut.
Sebagaimana dicatat oleh Kementerian Kesehatan daerah, jumlah panggilan ke kru ambulans di Petropavlovsk-Kamchatsky telah meningkat akibat gempa bumi.
Keluhan pasien karena tekanan darah tinggi dan aritmia serta epilepsi.
Baca juga: Tiba di Papua, Ini Beragam Ketinggian Tsunami Akibat Gempa Rusia
"Selama dua jam terakhir, jumlah panggilan lebih banyak dari biasanya saat ini, tetapi sulit untuk menghitung jumlahnya. Keluhan pasien terutama terkait tekanan darah tinggi dan aritmia; selama satu jam terakhir, kru telah menangani kejang epilepsi sebanyak tiga kali. Perawatan medis tetap diberikan seperti biasa," lapor stasiun ambulans kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tsunami-rusia.jpg)