Jumat, 15 Mei 2026

Kasus Pembubaran Rumah Doa di Padang, Menag Nasaruddin Umar: Jadi Citra Negatif Bangsa

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyesalkan kasus pembubaran rumah doa yang terjadi di Padang, Sumatera Barat lantaran menjadi sorotan masyarakat

Tayang:
Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
PERUSAKAN - Sejumlah pria merusak rumah doa Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) yang terletak di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tanah, Padang, Sumatera Barat. Peristiwa itu mengakibatkan adanya pencitraan negatif bagi bangsa Indonesia di mata publik. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus pembubaran rumah doa jemaat Gereja Kristen Sumatera Indonesia (GKSI) Anugrah Padang masih terus bergulir. 

Rumah doa adalah tempat ibadah yang digunakan oleh jemaat untuk berdoa, berkumpul, dan melakukan kegiatan keagamaan secara sederhana dan non-formal.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyesalkan kasus pembubaran rumah doa yang menjadi sorotan masyarakat. 

Nasaruddin menjelaskan hal itu mengakibatkan adanya pencitraan negatif bagi bangsa Indonesia di mata publik.

"Apapun juga, itu adalah sebuah pencitraan negatif dari bangsa kita, dan saya berharap jangan ada lagi kasus-kasus seperti ini," kata Nasaruddin usai Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Hotel Atria, Tangerang, Senin (28/7/2025) malam.

Untuk itu Nasaruddin Umar berencana akan bertolak ke Padang, Sumatera Barat untuk memantau penanganan kasus pembubaran rumah doa tersebut. 

Nasaruddin menilai kejadian pembubaran ibadah di Padang Sarai itu sebagai bentuk kesalahpahaman yang harus segera dihentikan.

"Jadi kami lagi mencari data. Saya, atau nanti tim kami, akan segera ke Padang. Saya berharap itulah peristiwa yang terakhir terjadi di Indonesia," ujarnya. 

Baca juga: Rumah Doa Jemaat GBI Cinere Depok Diteror Puluhan Orang yang Berteriak dan Menggedor Gerbang Kapel

Menurutnya, kejadian serupa bisa berulang jika tidak dicegah secara sistematis. 

Kementerian Agama akan memperkenalkan pendekatan baru melalui Kurikulum Cinta, sebagai langkah jangka panjang untuk mengatasi akar-akar intoleransi di masyarakat.

"Kami sebagai Kementerian Agama mencari pendekatan lain, dengan cara memperkenalkan kurikulum cinta. Kurikulum ini secara mendasar akan kita obsesikan untuk menghilangkan segala bentuk prasangka, kecurigaan, dan kesalahpahaman antara satu sama lain," katanya.

Kurikulum tersebut, kata Nasaruddin, akan menekankan nilai-nilai kemanusiaan.

"Saya sangat yakin kalau kurikulum cinta mulai bekerja di dalam lubuk hati anak didik kita, mahasiswa kita, maka insyaallah kurikulum ini akan menekankan aspek kemanusiaannya. Identity-nya sebagai manusia akan dominan," ucapnya.

Sebelumnya peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (27/7/2025) sore. 

Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah orang melempari rumah doa dengan batu dan kayu hingga memecahkan kaca-kaca jendela.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved