Rabu, 22 April 2026

Pemkot Bogor

Inflasi Kota Bogor Terkendali, Harga Pangan Tetap Stabil

Pemkot Bogor lakukan gerakan pangan murah di setiap kecamatan agar warga Bogor terutama di wilayah pelosok bisa dapat sembako murah.

dok. Pemkot Bogor
ILUSTRASI PASAR - Pemkot Bogor menegaskan keberhasilan menjaga stabilitas harga pangan. Hingga Juni 2025, inflasi year-on-year (yoy) Kota Bogor tercatat sebesar 2,16 persen, atau masih berada di dalam rentang target nasional 1,5–3,5 persen.  

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Bogor, terutama di wilayah pelosok, Pemkot Bogor terus melakukan gerakan pangan murah di setiap kecamatan.

Dengan hadirnya gerakan pangan murah di setiap kecamatan, warga bisa mendapatkan sembilan kebutuhan pokok (Sembako) dengan harga murah.

Neneng M (49), warga Cijahe, Kecamatan Bogor Barat ini begitu sumringah dengan adanya gerakan pangan murah ini.

Dirinya mengaku beruntung tinggal di Kota Bogor yang menyediakan kebutuhan pokok hingga tersebar ke pelosok dengan harga murah.

“Harga di pasar sama di kampung saya tidak begitu jauh, bahkan cenderung hampir sama. Contohnya harga telur berkisar Rp 29.000/kg, merata baik di Pasar Jambu Dua maupun di warung dekat rumah,’’ kata Neneng.  

Hal senada juga diungkapkan, Badru (56). warga Semplak Barat, Kecamatan Bogor Barat ini juga mengaku kebutuhan pokok cukup tersedia dan harganya stabil. 

“Rakyat kecil seperti kami ini butuh harga yang terjangkau dan barangnya ada,’’ katanya.  

Inflasi Kota Bogor stabil

Pemkot Bogor menegaskan keberhasilan menjaga stabilitas harga pangan. Hingga Juni 2025, inflasi year-on-year (yoy) Kota Bogor tercatat sebesar 2,16 persen, atau masih berada di dalam rentang target nasional 1,5–3,5 persen. 

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi Kurniasari menjelaskan, angka inflasi tersebut menunjukkan situasi ekonomi daerah yang relatif sehat dan terkendali, meski berada di tengah dinamika harga pasca-Idul Adha.

“Inflasi itu ibarat tekanan darah. Tidak boleh terlalu rendah, tapi juga tidak boleh tinggi. Di angka 2,16 persen ini, kita bisa bilang kondisi cukup stabil,” ujar Dewi.

Ia menyebut, inflasi Kota Bogor tetap terjaga meski dalam periode rawan lonjakan harga, seperti Lebaran dan Iduladha. Salah satu penyebab utamanya adalah pasokan pangan yang relatif aman berkat panen raya di sejumlah daerah penghasil.

“Cabai, bawang, telur, dan ayam sempat naik, tapi tak berlangsung lama. Pasokan dari wilayah seperti Ciamis, Garut, Sukabumi, dan Cianjur cukup membantu menekan gejolak harga,” tambahnya.

Strategi nasional pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif juga terus dijalankan.

Dewi menjelaskan, hingga pertengahan tahun ini, Pemkot Bogor sudah menggelar 25 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) dan 18 kali Pasar Murah (PM) di berbagai kecamatan. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved