Kompolnas Pastikan CCTV Kamar Kos ADP Utuh dan Fakta Baru Terbuka
Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam hadir langsung di lokasi kejadian untuk menelusuri kondisi fisik kamar
WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bergerak cepat menyusuri jejak akhir diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), setelah ditemukan tewas di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat, pada 8 Juli 2025. Selasa, 22 Juli.
Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam hadir langsung di lokasi kejadian untuk menelusuri kondisi fisik kamar.
Menurut Anam dari plafon kamar ternyata tidak mengalami kerusakan, saluran air juga tampak berfungsi normal, hingga posisi barang-barang pribadi korban yang masih tertata dengan sangat rapi.
Salah satu poin krusial dalam pengecekan adalah sistem pengawasan visual di sekitar lokasi.
Anam memastikan seluruh unit kamera pengawas (CCTV) di lingkungan kos tersebut masih aktif dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Ia menegaskan tidak ada satu pun unit yang hilang atau dimatikan, dan durasi rekaman telah lengkap disita oleh penyidik Polri.
Dari hasil verifikasi, jumlah dan posisi kamera sebelum serta sesudah peristiwa tercatat sama, dan informasi ini juga telah dikonfirmasi ulang kepada penjaga kos.
Lebih lanjut, tim Kompolnas melakukan peninjauan menyeluruh ke plafon kamar serta plafon kamar mandi, menemukan bahwa keduanya masih utuh, tanpa retakan atau bekas kerusakan, menepis spekulasi adanya kerusakan struktural yang dapat terkait dengan penyebab kematian korban
Mereka juga memeriksa letak kunci pintu yang terdiri dari dua sistem, yakni kunci biasa dan slot manual atau kunci dari dalam kamar, dan memastikan bahwa slot kunci tersebut memang dalam posisi terkunci saat kejadian sebagaimana disaksikan oleh penjaga kos.
Penelusuran soal aktivitas terakhir ADP juga difokuskan pada rekaman CCTV yang telah ditarik oleh polisi.
Rekaman tersebut, seperti ditampilkan dalam video di atas, merekam pergerakan penjaga kos serta masuknya ADP dengan kantong plastik, sehingga menjadi kunci untuk memahami kronologi awal yang melatarbelakangi kematiannya.
CCTV ini memegang peranan vital dalam mengungkap apakah peristiwa tersebut terkait tindakan kriminal atau bukan.
Dengan semua temuan ini, Kompolnas menegaskan bahwa tidak ada celah dalam proses pengumpulan bukti visual dan fisik di tempat kejadian.
Langkah selanjutnya adalah kolaborasi intens dengan Polda Metro Jaya untuk mengolah rekaman, visum, dan barang-barang milik korban, sehingga dapat membangun konstruksi naratif yang utuh apakah kematian ADP merupakan bunuh diri, kecelakaan, atau akibat tindakan pihak lain.
Tahap analisis mendalam ini juga akan dibarengi dengan dialog intens dengan keluarga korban dan penyidik forensik guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.
| Jakarta Tanpa Celah: Pramono Wajibkan CCTV Gedung Tinggi Terintegrasi Pemprov |
|
|---|
| Peran Aktif Masyarakat Ditingkatkan, Polisi Minta Warga Kabupaten Bekasi Pasang Kamera CCTV di Rumah |
|
|---|
| Wajah Terekam Jelas CCTV! Detik-detik Maling Gasak Motor di Duren Sawit, Korban: Cuma Hitungan Menit |
|
|---|
| Fakta Baru Penyiraman Air Keras di Tambun, Saksi Sebut 2 Pelaku Bermotor Terekam CCTV |
|
|---|
| Niat Salat Subuh ke Masjid, Seorang Pria Disiram Air Keras oleh OTK, Terekam CCTV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Komisioner-Kompolnas-Choirul-Anam-telah-pengecekan-ke-Polda-Metro-Jaya.jpg)