Minggu, 12 April 2026

Prakiraan Cuaca

Waspada, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Jika saat ini cuaca sudah panas, masyarakat jangan senang dulu. Sebab prakiraan BMKG sepekan ke depan akan ada cuaca ekstrem lagi.

Editor: Valentino Verry
tribunnews/Chaerul Umam
WASPADA CUACA BURUK - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Dwikorita Karnawati kembali mengingatkan masyaralat soal potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur Jabodetabek Minggu dan Senin lalu, ternyata belum berakhir.

Potensi cuaca serupa yang dianggap ekstrem itu masih akan terjadi.

Padahal, masyarakat yang rumahnya kebanjiran sudah merasa sangat capek jika hujan ekstrem kembali terjadi.

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. 

Baca juga: Jakarta Terendam Banjir Akibat Cuaca Ekstrem, BMKG Ungkap Penyebab Mundurnya Musim Kemarau

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, baru sekitar 30 persen zona musim di Indonesia yang memasuki musim kemarau. 

"Meski sudah memasuki pertengahan musim kemarau, berbagai faktor atmosfer global dan regional masih mendukung terjadinya hujan lebat dan cuaca ekstrem di banyak wilayah," ujar Dwikorita dikutip dari Kompas.com, Sabtu (12/7/2024). 

Dwikorita menegaskan, dinamika atmosfer yang kompleks masih memicu terbentuknya awan-awan konvektif penyebab hujan deras. 

Baca juga: BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem Hujan, Panas dan Banjir Sepekan ke Depan

Wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua juga masih berisiko tinggi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang dalam sepekan ke depan. 


Hal ini disebabkan oleh gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin, zona konvergensi dan pertemuan angin, serta potensi sirkulasi siklonik di sekitar Samudra Hindia dan Pasifik, yang terus mendorong pembentukan awan hujan. 

"Dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan yang signifikan telah tercatat di sejumlah wilayah," ucapnya. 

BMKG memprakirakan bahwa potensi cuaca ekstrem masih tinggi dalam periode 12-18 Juli 2025. 

"Hujan lebat berisiko terjadi di berbagai wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan, dengan status siaga yang telah dikeluarkan," paparnya. 

Selain itu, angin kencang berpotensi melanda wilayah barat hingga timur Indonesia, termasuk Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. 

Kecepatan angin lebih dari 25 knot diprediksi akan memicu gelombang tinggi di beberapa perairan, seperti Perairan Utara Aceh, Laut Cina Selatan, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Flores, Laut Arafuru, Laut Timor, Laut Banda, dan Laut Seram. 

Gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di Samudera Pasifik sebelah utara Maluku Utara, serta Samudera Hindia sebelah barat daya Banten, sebelah selatan Jawa, dan sebelah selatan NTT. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved