Bertemu 4 Mata! Prabowo dan Lula Sepakati Kolaborasi Rudal dan Kapal Selam

Prabowo menekankan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan logis dari Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (DCA) Indonesia–Brasil

|
Editor: Joanita Ary
Instagram Prabowo Subianto
INDONESIA - BRASIL -- Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva resmi menandai babak baru dalam kemitraan strategis kedua negara saat menggelar pertemuan bilateral di Istana Palácio do Planalto, Brasília, pada Rabu, 9 Juli 2025. 

WARTAKOTALIVECOM -- Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva resmi menandai babak baru dalam kemitraan strategis kedua negara saat menggelar pertemuan bilateral di Istana Palácio do Planalto, Brasília, pada Rabu, 9 Juli 2025.

Dalam konferensi pers bersama yang menjadi penutup kunjungan kenegaraan Prabowo, kedua pemimpin menyampaikan kesepakatan penting terkait kolaborasi di bidang pertahanan, yang mencakup produksi bersama, transfer teknologi, serta pelaksanaan latihan militer gabungan untuk sistem rudal dan kapal selam

Prabowo menekankan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan logis dari Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (DCA) Indonesia–Brasil, yang sudah diratifikasi pada September 2024.

Ia menegaskan bahwa TNI telah lama menggunakan peralatan Brasil seperti EMB-314 Super Tucano dan peluncur roket Astros II MK6, dan saat ini menuju fase selanjutnya: produksi bersama dan pengembangan sistem pertahanan yang dapat meningkatkan kapasitas nasional

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa kolaborasi ini tak hanya berhenti pada pengadaan alutsista. Indonesia dan Brasil sepakat meningkatkan latihan bersama antarpersonel militer untuk lebih meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan operasional.

Ini mencakup latihan gabungan yang menyasar penggunaan dan pemeliharaan teknologi rudal dan kapal selam, dengan dukungan transfer teknologi yang memadai

Langkah ini juga ditempuh di tengah narasi Indonesia yang menekankan modernisasi alat utama sistem senjata dan diversifikasi kemitraan strategis global, sejalan dengan proyek-proyek prioritas TNI terhadap kapal selam dan sistem roket.

Bagi Brasil, ini menjadi wujud nyata nyata dari perannya sebagai mitra pertahanan regional dunia selatan, sekaligus memperkuat posisinya dalam industri alutsista global.

Kesepakatan ini ditandai dengan nada hubungan personal yang hangat antara Prabowo dan Lula.

Prabowo bahkan menyampaikan rasa kagum atas kepemimpinan Lula yang dinilainya berani dan berpengaruh di forum internasional, termasuk G20 dan BRICS.

Sementara itu, delegasi besar yang turut hadir, termasuk sejumlah menteri dari sektor pertanian, energi, dan pendidikan menandakan bahwa kemitraan ini dirancang komprehensif, tidak hanya bertumpu pada aspek militer.

Kesepakatan strategis ini menegaskan komitmen jangka panjang kedua negara di tengah dinamika geopolitik Global Selatan.

Indonesia, yang tengah mengakselerasi modernisasi alutsista dan memperluas jaringan pertahanan, diuntungkan dengan akses teknologi dan produksi bersama dari Brasil.

Sedangkan Brasil mendapat kesempatan untuk memperkukuh peranannya dalam pasar alutsista internasional dan memperdalam hubungannya dengan Asia Tenggara.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kedua negara akan mewujudkan kerja sama ini secara konkret, mengingat kompleksitas produksi alutsista yang tinggi, regulasi ekspor-impor teknologi perang, serta kesiapan infrastruktur manufaktur militer di Indonesia.

Namun, yang pasti, kesepakatan ini menjadi momentum penting yang bisa memicu lonjakan kapabilitas pertahanan nasional dalam dekade mendatang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved