Senin, 4 Mei 2026

Berita Nasional

Tinjau Huntara di Aceh Tamiang, Prabowo Soroti Panasnya Atap Seng

Tinjau Huntara di Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Subianto Soroti Panasnya Atap Seng

Tayang:
Editor: Joanita Ary
sekretariat presiden/Tidak Ada
PRABOWO TINJAU HUNTARA -- Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, yang dibangun oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pemantauan pemerintah terhadap upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda tiga provinsi di Sumatera. 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, yang dibangun oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pemantauan pemerintah terhadap upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda tiga provinsi di Sumatera.

Di Aceh Tamiang, sebanyak 600 unit hunian sementara atau huntara didirikan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.

Huntara tersebut disiapkan sebagai solusi darurat sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian permanen.

Pemerintah menargetkan hunian sementara ini dapat memberikan rasa aman dan tempat tinggal yang layak bagi para korban bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menyempatkan diri memasuki beberapa unit huntara untuk melihat langsung kondisi bangunan dan fasilitas yang tersedia.

Ia juga berdialog dengan warga yang telah menempati hunian sementara tersebut, mendengarkan keluhan sekaligus masukan terkait kenyamanan dan kebutuhan sehari-hari mereka selama tinggal di lokasi pengungsian terpadu itu.

Salah satu perhatian utama Presiden tertuju pada penggunaan atap seng pada bangunan huntara.

Menurut Prabowo, material tersebut berpotensi membuat suhu di dalam hunian menjadi panas, terutama pada siang hari, sehingga dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan penghuni. Ia menilai aspek kenyamanan tidak boleh diabaikan meskipun hunian tersebut bersifat sementara.

Presiden kemudian meminta agar pihak-pihak terkait segera mencari solusi alternatif yang lebih ramah bagi penghuni.

Ia mendorong pemanfaatan material lokal atau bahan sederhana yang mudah diperoleh di sekitar lokasi, namun tetap mampu menekan panas dan menjaga sirkulasi udara di dalam hunian.

Pendekatan ini dinilai tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga dapat mempercepat pembangunan serta melibatkan potensi dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Peninjauan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan penanganan pascabencana tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal darurat semata, tetapi juga memperhatikan kualitas hidup para penyintas.

Presiden menekankan bahwa hunian sementara harus benar-benar menjadi tempat yang manusiawi, aman, dan layak, meskipun bersifat sementara.

Pembangunan huntara oleh BPI Danantara di Aceh Tamiang merupakan bagian dari upaya terpadu pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir di Sumatera.

Selain penyediaan hunian, pemerintah juga terus mendorong pemulihan infrastruktur dasar, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi warga agar kehidupan masyarakat dapat segera kembali berjalan normal.

 

 

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved