Senin, 27 April 2026

BREAKING NEWS: Gunung Lewotobi Melutus, Abu Vulkanik Setinggi 18 km ke Langit Bikin Panik Warga

Detik-detik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, kembali meletus dahsyat pada Senin (7/7/2025) pukul 11.05 Wita.

Sumber: PGA Lewotobi Laki-laki
ERUPSI GUNUNG LEWOTOBI - Kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang alami erupsi pada Selasa (17/6/2025) pukul 17.35 Wita. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Detik-detik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, kembali meletus dahsyat pada Senin (7/7/2025) pukul 11.05 Wita.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sementara ini lebih kurang 6 menit 26 detik. 

Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro mencatat bahwa letusan ini menciptakan ketinggian kolom abu mencapai belasan kilometer.

“Tinggi kolom abu teramati mencapai 18.000 meter di atas puncak, sekitar 19.584 meter di atas permukaan laut," ujar Yosef yang dikutip dari Kompas.com pada Senin (7/7/2025). 

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, condong ke arah utara, timur laut, dan barat laut.

Yosef menambahkan bahwa saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada status level IV awas. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 hingga 7 kilometer.

Baca juga: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Tiga Bandara Ditutup, 14 ribu Penumpang Terdampak

Baca juga: Kondisi Terkini Usai Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus! Banyak Jalan di NTT Ditutup

Diketahui, aktivitas magma Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan peningkatan meski belum terjadi erupsi.

Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, melaporkan perkembangan aktivitas gunung tersebut pada periode 3 hingga 4 Juli 2025.

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid menjelaskan, berdasarkan pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang.

Dari kawah utama teramati asap berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, setinggi 50 hingga 500 meter dari puncak. 

“Berdasarkan data visual, erupsi masih belum terjadi kembali,” ujar Wafid dalam laporannya, Sabtu (5/7/2025). Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga mendung dengan angin lemah bertiup ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Suhu udara tercatat berkisar antara 20 hingga 31 derajat Celsius. 

Secara kegempaan, pada periode 3-4 Juli 2025 hingga pukul 06.00 Wita, terekam satu kali gempa harmonik, dua kali hembusan, 29 kali tremor non-harmonik, empat kali low frequency, 11 kali vulkanik dalam, satu kali tektonik lokal, dan 19 kali tektonik jauh. 

Wafid menyebut bahwa tinggi kolom asap masih berfluktuasi, namun menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan hari sebelumnya.

“Hal ini diduga akibat aktivitas magma yang mulai meningkat kembali yang terlihat dari adanya peningkatan gempa vulkanik dalam, walaupun masih dalam jumlah yang belum signifikan,” jelasnya.

Baca juga: Erupsi Dahsyat Gunung Lewotobi, 3 Bandara Penting Flores Ditutup

Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius Tujuh Kilometer

Dia menambahkan bahwa hanya terekam dua kali gempa hembusan selama periode tersebut. Meski belum tampak sinar api di sekitar puncak, adanya gempa harmonik dan gempa low frequency mengindikasikan aliran fluida ke permukaan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved