Jumat, 10 April 2026

Berita Jakarta

Bisa Deteksi Bom, Begini Cara Kerja Robot Dog I-K9 Milik Polri

Salah satu operator Robot Dog I-K9, Briptu Dysandro dari Korsabhara Baharkam Polri, menyebut, pengoperasian robot ini cukup mudah

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Yulianto
TIMSUS ROBOTIK - Timsus Robotik Presisi Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri mengoperasikan robot polisi (Humanoid) dan anjing pintar (I-K9) saat melakukan defile pada upacara HUT ke-79 Bhayangkara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025). Pada HUT ke-79 Bhayangkara, Polri menampilkan 10 unit robot humanoid, 10 unit robot anjing pintar (i-K9), 2 unit robot tank, 2 unit robot ROPI (Rescue & Observation Patrol Intelligence) dan 1 unit drone pertanian. Warta Kota/Yulianto 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 


WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Penampilan Robot Polri (Ropi) mencuri perhatian dalam perayaan Hari Bhayangkara ke-79 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025).

Dalam perayaan tersebut, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memamerkan empat jenis robot Ropi, yaitu Robot Humanoid, Robot Dog I-K9, Robot Tank, dan Robot Agrikultur.

Salah satu operator Robot Dog I-K9, Briptu Dysandro dari Korsabhara Baharkam Polri, menyebut, pengoperasian robot ini cukup mudah

Pasalnya, menggunakan alat kontrol menyerupai stik permainan PlayStation.

“Mengoperasikannya cukup mudah karena menggunakan gamepad seperti stik PS. Ada tombol-tombol seperti R1, R2, jadi gampang dikenali,” ujarnya kepada wartawan, Selasa.

Ia menjelaskan, kombinasi tombol memungkinkan robot untuk melakukan berbagai manuver atau aksi sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk daya tahan, Robot Dog I-K9 mampu beroperasi selama dua jam dalam kondisi aktif, dan hingga tiga jam jika tidak melakukan aktivitas.

“Kesulitannya biasanya kalau tiba-tiba sinyalnya terputus," kata dia, yang mengenakan seragam lengkap Polri tersebut.

"Ada satu bulan (mengoperasikan Robot Dog I-K9). Udah lumayan. Soalnya tiap hari dilatih. Jadi kami latihan. Baterai habis nih dicas lagi. Nanti full latihan lagi gitu aja," sambungnya.

Robot Dog I-K9, tutur Dysandro, dapat mendeteksi apabila ada benda berbahaya seperti bom.

Robot ini telah diprogram guna membantu tugas-tugas Korps Bhayangkara.

"Jadi itu ada programnya. Jadi programnya buat di robotnya. Nanti kalau udah ada programnya nanti muncul di layarnya," katanya.

"Kan pakai HP itu aplikasi. Nah nanti bisa kedeteksi di situ. Kalau misalnya udah clear enggak ada bom, nah kita yang mengisyaratkan ke anggota yang mau mengeksekusi bom," lanjut dia. 

HUT BHAYANGKARA - Timsus Robotik Presisi Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri mengoperasikan robot polisi (Humanoid) dan anjing pintar (I-K9) saat melakukan defile pada upacara HUT ke-79 Bhayangkara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025). Pada HUT ke-79 Bhayangkara, Polri menampilkan 10 unit robot humanoid, 10 unit robot anjing pintar (i-K9), 2 unit robot tank, 2 unit robot ROPI (Rescue & Observation Patrol Intelligence) dan 1 unit drone pertanian. 
HUT BHAYANGKARA - Timsus Robotik Presisi Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri mengoperasikan robot polisi (Humanoid) dan anjing pintar (I-K9) saat melakukan defile pada upacara HUT ke-79 Bhayangkara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025). Pada HUT ke-79 Bhayangkara, Polri menampilkan 10 unit robot humanoid, 10 unit robot anjing pintar (i-K9), 2 unit robot tank, 2 unit robot ROPI (Rescue & Observation Patrol Intelligence) dan 1 unit drone pertanian.  (Warta Kota)

Polri Perkenalkan 30 Robot Canggih

Seperti diketahui, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkenalkan 30 unit robot canggih dalam rangkaian defile syukuran Hari Bhayangkara ke-79 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025).
Adapun robot-robot ini terdiri dari 10 robot humanoid, 13 robodog (quadruped), dan tujuh robot penjinak bom.
Kehadiran robot menandai dimulainya Fase Sosialisasi dan Demonstrasi Publik (2025–2026) sebagai bagian dari strategi transformasi digital Polri menuju konsep “smart policing”.
Menurut Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo, masing-masing jenis robot dirancang untuk fungsi spesifik.
"Robot humanoid difokuskan untuk interaksi publik dan edukasi, robodog digunakan untuk pemantauan area kompleks dan deteksi potensi bahaya, sedangkan robot penjinak bom disiapkan untuk menangani bahan peledak di lokasi berisiko tinggi," ujarnya, Selasa (1/7/2025).
ROBOT HUMANOID POLRI - Dalam rangka perayaan HUT ke-79 Bhayangkara, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkenalkan 25 unit robot humanoid dan robot anjing (K9). Irwasum Polri, Komjen Dedi Prasetyo mengatakan, keberadaan teknologi ini menjadi bukti komitmen Polri dalam modernisasi perangkat tugas untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan personel, dan efektivitas pelayanan publik.
ROBOT HUMANOID POLRI - Dalam rangka perayaan HUT ke-79 Bhayangkara, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkenalkan 25 unit robot humanoid dan robot anjing (K9). Irwasum Polri, Komjen Dedi Prasetyo mengatakan, keberadaan teknologi ini menjadi bukti komitmen Polri dalam modernisasi perangkat tugas untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan personel, dan efektivitas pelayanan publik. (Wartakotalive.com/ Ramadhan LQ)
Tiga Fase Implementasi Teknologi Robotik
Transformasi digital ini akan dilakukan melalui tiga fase terstruktur, yaitu fase pertama (2025–2026), melalui partisipasi dalam Hari Bhayangkara dan penyediaan unit demo di Museum Polri, Divisi Humas Mabes Polri, serta pusat edukasi internal.
Fase kedua, yakni pelatihan personel dan kolaborasi riset dengan universitas mitra untuk pengembangan teknis.
"Sedangkan fase ketiga berupa uji coba terbatas di Samsat, SPKT, dan gedung Mabes/Polda dengan fokus layanan informasi dan edukasi publik," ucapnya.
Irwasum Polri menekankan bahwa kehadiran robot masih bersifat demonstratif dan edukatif.
"Kami sedang menyesuaikan kebutuhan lapangan dengan teknologi. Robot adalah mitra strategis, bukan pengganti peran manusia," tutur dia.
Sementara itu, masyarakat menyambut antusias parade robot ini, yang dibuktikan dari sorak gemuruh ribuan warga di Monas.
"Lihat langsung ternyata memang sekeren itu robotnya. Saya harap teknologi ini dapat meningkatkan keamanan," ucap Airin (32), warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan, bersama suami dan dua anaknya. 
Yohanes Kurnia Widjaja selaku Direktur Utama PT SARI Teknologi, menyatakan seluruh robot masih dalam tahap riset dan pengembangan, terutama peningkatan daya tahan cuaca ekstrem. 
"Robodog generasi awal mampu bertahan 8 jam, tapi kami menargetkan peningkatan hingga 24 jam. Untuk humanoid dan robot bom, uji stabilitas sensor dalam kondisi basah atau berdebu masih berlangsung," kata dia. 
"Kehadiran robot dalam peringatan ini bersifat simbolis sebagai wujud komitmen Polri terhadap transformasi digital. Semua unit masih dalam pengembangan dan belum berstatus operasional, namun menjadi penanda awal menuju," lanjutnya. (m31)
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved