Jumat, 15 Mei 2026

Berita Nasional

6 Cagar Budaya Indonesia Ini Dibawa ke Kancah Internasional

6 Cagar Budaya di Indonesia Ini Dibawa ke Kancah Internasional oleh Kementerian Kebudayaan (Kembud)

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Budi Sam Law Malau
Wartakotalive.com/ Nuri Yatul Hikmah
CAGAR BUDAYA - Direktur Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan saat menghadiri acara pameran jurnalistik Harian Kompas di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah, Jakarta Barat, Senin (30/6/2025). Ia mengatakan sebanyak 6 situs cagar budaya di Indonesia dibawa Kementerian Kebudayaan (Kembud) ke kancah internasional. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sebanyak 6 situs cagar budaya di Indonesia dibawa Kementerian Kebudayaan (Kembud) ke kancah internasional.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Direktur Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan saat menghadiri acara pameran jurnalistik Harian Kompas di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah, Jakarta Barat, Senin (30/6/2025).

"Sumbu Filosofi Jogja kan diletakkan sebagai warisan budaya dunia, kemudian yang Sawahlunto (Sumatera Barat), Subak (Bali), Ombilin, Borobudur, Sangiran, kemudian Perambanan, Borobudur, dan Muara Jambi juga masuk tentatif ini," kata Restu.

Kendati demikian, Restu menyebut jika penobatan cagar budaya ini bukanlah hal yang mudah.

Sebab prosesnya harus dimulai dari pemerintah daerah (Pemda) setempat.

"Mestinya kan dari pemerintah daerah dulu, kabupaten-kota dulu. Kemudian ditetapkan oleh kabupaten-kota sebagai cagar budaya, kemudian setelah itu dinaikkan peringkatnya menjadi cagar budaya provinsi," ujar Restu.

Baca juga: Organisasi Peduli Cagar Budaya Geram Monumen Kali Bekasi Rusak, Sebut Pemkot Kualat Tak Peduli Rawat

"Setelah itu kami memutus tim namanya tim TACB untuk penetapan cagar budaya nasional," lanjutnya.

Restu memandang, ke depan pihaknya perlu mengajak Pemda setempat untuk bersama-sama mengelola cagar budaya agar tidak kaku.

Artinya, lanjut dia, cagar budaya bisa dimanfaatkan juga untuk aktifitas lain yang mampu menarik banyak orang.

"Bisa dimanfaatkan misalnya untuk galeri, untuk kafe. Kalau masih lihat di Kota Lama, di Semarang Kan bisa untuk dilakukan seperti itu ya," pungkasnya. (m40)

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved