Perang Timur Tengah
Khamenei Ungkap Tamparan Keras untuk Amerika Serikat Selama Perang 12 Hari
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengungkapkan telah memberi tamparan keras untuk Amerika Serikat (AS) karena telah menyasar pangkalan
WARTAKOTALIVE.COM - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengungkapkan telah memberi tamparan keras untuk Amerika Serikat (AS) karena telah menyasar pangkalan militer AS di Qatar.
Khamenei mengatakan Iran “tidak akan pernah menyerah” kepada Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Khamenei dalam siaran langsung di televisi Iran sejak gencatan senjata dengan Israel berlaku.
Khamenei seperti dimuat Al Jazeera Kamis (26/6/2025) mengklaim serangan ke pangkalan militer AS di Qatar menjadi puncak kemenangan Iran.
Ulama Iran itu menyebut bahwa serangan tersebut sebagai tamparan keras untuk Amerika Serikat.
“Republik Islam menang, dan sebagai balasannya memberikan tamparan keras di wajah Amerika,” katanya.
Pernyataan Khamenei disampaikan dua hari setelah gencatan senjata menghentikan perang antara Iran dan Israel.
Pernyataan itu juga menandai penampilan publik pertamanya sejak 19 Juni.
Baca juga: Israel Blak-blakan Soal Rencana Pembunuhan Pemimpin Iran Ali Khamenei
Pidato tersebut juga muncul di tengah berbagai laporan yang saling bertentangan di AS mengenai tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan AS terhadap situs nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan selama konflik tersebut.
Sementara itu Qatar bereaksi usai Iran menyerang pangkalan udara al-Udeid milik Amerika Serikat di dekat Doha, Qatar.
Kementerian Luar Negeri Qatar pun mengecam serangan rudal Iran di wilayah negaranya.
Qatar menyebut serangan itu cukup mengejutkan terutama mengingat upaya Qatar yang terus-menerus untuk menengahi krisis regional dan internasional.
Qatar pun masih membujuk Iran dan Israel agar bisa meredakan keterangan dan memprioritaskan dialog.
“Qatar menegaskan kembali posisi tegasnya mengenai perlunya meredakan ketegangan dan memprioritaskan dialog,” bunyi pernyataan tersebut.
Menurut Qatar, solusi damai tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak untuk menyelesaikan konflik.