Odekta Naibaho Pelari Wanita Tercepat di LPS Monas Half Marathon
Odekta Naibaho menjadi pelari wanita tercepat asal Indonesia di ajang LPS Monas Marathon, Minggu (15/6/2025).
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG — Odekta Naibaho menjadi pelari wanita tercepat asal Indonesia di ajang LPS Monas Marathon, Minggu (15/6/2025).
Diketahui, Odekta berhasil menempuh jarak 21 kilometer, dengan catatan waktu 1 jam 15 menit.
Kepada wartawan, Odekta menyampaikan rasa terima kasihnya lantaran LPS Monas Half Marathon menjadi try out (latihan) untuk atlet sepertinya yang akan berlaga di Sea Games mendatang.
"Dan terbukti hari ini bahwa peningkatan prestasi kami terbukti dari hasilnya. Jadi walaupun orangnya itu aja (yang menang), tapi kami melihat dari hasil progresnya, catatan waktunya," kata Odekta dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu.
"Dan hari ini dengan posisi saya di nasional, tahun lalu di internasional, tidak menjadi membuat saya sedih. Karena prestasi saya yang penting, bukan kedudukannya," imbuhnya.
Di samping itu, Odekta juga merasa bangga lantaran ia bisa maraton bersama sejumlah atlet dari luar negeri.
Baca juga: Daftar Nama Pemenang LPS Monas Half Marathon 2025
Hal itulah yang membuat semangatnya terpacu untuk menaklukkan kompetisi ke depannya.
Menurut Odekta, rute lari yang disediakan LPS Half Marathon tahun ini sangat berbeda.
Bukan karena perubahan rute, melainkan karena efisiensi jalur yang membuat pelari lebih leluasa.
"Jadi dengan rute yang berubah ini sangat membantu kami para pelari. Kemudian dengan water station yang banyak, saya memang perhatikan itu, sangat banyak tinggal ini aja yang mau diambil yang mana, terus ada buah juga segar-segar dan itu sangat membantu," ungkap Odekta.
"Jadi secara rute kita sudah tahun ini clear, benar-benar clear," imbuhnya.
Dengan kecakapan rute ini, Odekta optimis bahwa ke depan event LPS Half Marathon bakal mendunia dan mengangkat nama baik Indonesia.
Menurut Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyebut jika tema “Time To Rise” tidak hanya menjadi simbol kebangkitan pasca pandemi, tetapi juga representasi keberanian individu untuk tumbuh dan melangkah maju.
Dalam konteks kota, ajang ini diklaim dapat merefleksikan tekad Jakarta untuk terus bersinar di panggung sport tourism internasional.
Lebih lanjut, Yudhi menyebut jika rute LPS Half Marathin kali ini menjadi daya tarik tersendiri setelah 2 tahun digelar. Di mana, 90 persen jalur yang digunakan terdiri dari jalan-jalan utama di pusat kota.
| Pikul Keliling hingga Legendaris di Jakarta, Kisah Soto Kaki dan Daging Sapi HM Effendi Sejak 1973 |
|
|---|
| Pedagang Takoyaki Diduga Lecehkan Bocah 11 Tahun di Kalideres Jakbar |
|
|---|
| Satu Rumah dan Tiga Kontrakan Terbakar di Cipinang Muara Jaktim |
|
|---|
| Viral Sejumlah Jukir Liar Keroyok Pengendara di Lampu Merah Pesing Jakbar |
|
|---|
| Modus Cari Kerja, Dua Pemuda Coba Curi Motor N-Max di Duren Sawit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Odekta-Naibaho-PELARI-TERCEPAT.jpg)