Berita Jakarta
Angkot Ngetem di Tikungan Pasar Lenteng Agung Jaksel Bikin Macet
Keberadaan angkot yang berhenti di tikungan ini kerap menimbulkan kemacetan dan membahayakan pengguna jalan lain.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
WARTAKOTALIVE.COM, JAGAKARSA - Praktik angkutan kota (angkot) yang berhenti menunggu penumpang atau ngetem di tikungan Pasar Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kembali dikeluhkan warga.
Hal tersebut viral di media sosial, seperti yang diunggah akun Instagram @jakartaselatan24jam.
Kondisi ini disebut sudah berlangsung puluhan tahun tanpa penertiban yang jelas dari pihak terkait.
Keberadaan angkot yang berhenti di tikungan ini kerap menimbulkan kemacetan dan membahayakan pengguna jalan lain.
"Angkot ngetem di tikungan Pasar Lenteng Agung, penyakit puluhan tahun yang dibiarin aja. Kira-kira bisa ditertibkan ga nih?," demikian keterangan akun itu, dikutip Warta Kota, Selasa (10/6/2025).
Camat Jagakarsa, Santoso pun buka suara terkait angkot ngetem di kawasan tersebut.
Ia menuturkan petugas dari Satuan Pelaksana (Satpel) Perhubungan Kecamatan Jagakarsa telah diturunkan ke lokasi untuk menindak angkot nakal ini.
"Shift pagi ploting setiap pagi dan sore plotingan selalu menggebah angkot yang ngetem berpangkal," ujar Santoso, saat dikonfirmasi Warta Kota, Selasa.
"Lenteng Agung dengan penempatan ploting anggota shift pagi pukul 06.30 WIB-10.00 WIB dan shift siang pukul 16.00 WIB-19.00 WIB setiap harinya anggota melakukan penggebahan angkot yang berpangkal ngetem sampai ke turunan arah pasar dan ada juga pengguna angkot merasa kejauhan," sambungnya.
Menurut Santoso, angkot kembali ngetem saat petugas Perhubungan Kecamatan Jagakarsa bergeser dari lokasi.
"Kalau persis yang dikeluhkan di lokasi ngetem, biasanya 1 (petugas) dan itu cukup tapi kalau petugas geser ke lokasi lain mereka ngetem," tutur dia.
Santoso kemudian mengungkap alasan angkot ngetem di kawasan itu.
"Penyebab lain mereka ngetem juga karena penggunaan angkot tersebut tidak mau dari 'bus stop' yang ditentukan karena merasa jauh, akhirnya driver angkot nunggu di posisi tersebut," katanya.
"Bahkan kalau ada petugas yang jaga agar (angkot) tidak ngetem, mereka sering diomelin pengguna angkutan umum karena merasa harus jalan agak jauh," lanjut dia.
Atas hal tersebut, Santoso mengatakan petugas akan lebih sering melakukan patroli di lokasi.
"Rencananya demikian akan ada penambahan jam ploting, juga akan lebih sering dilakukan patroli ke lokasi tersebut," kata dia. (m31)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
Pramono Klaim jadi yang Pertama di Tingkat Pemprov, DKI Jakarta Laporkan APBD ke Publik |
![]() |
---|
Terungkap Sosok Pelaku yang Sediakan Tim Pengintai Penculikan Kepala Cabang Bank BUMN |
![]() |
---|
Kasus Campak Jakarta Barat Meningkat, Kelurahan Kapuk Jadi yang Tertinggi |
![]() |
---|
Refund Tiket Kereta Api Kini Tak Repot Lagi, Bisa Online Lewat Aplikasi KAI Access |
![]() |
---|
Lalamove Ride Tumbuh, UMKM Tanah Abang dan Kebayoran Baru Ikut Bergerak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.