Hewan Kurban
Waspada Antraks, Pemkot Jakbar Periksa Kesehatan 111 Hewan Kurban di Kebon Jeruk
Pemkot Jakarta Barat khawatir hewan kurban tahun ini terjangkit Antraks, maka dilakukan pemeriksaan fisik ke tiap lapak.
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Satu persatu hewan kurban mulai dari sapi, kambing, hingga kerbau diperiksa kesehatannya oleh jajaran Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, di Putra Jakarta Farm, Jalan Meruya Ilir Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (27/5/2025).
Dari pantauan Warta Kota di lokasi, nampak sapi-sapi tersebut diletakkan di sebuah kandang beratapkan alumunium dan terpal.
Mereka ditempatkan dalam beberapa baris untuk kemudian diberi makan berupa rumput, vitamin, hingga dedak yang dicampur konsentrat.
Baca juga: Dinas KPKP DKI Pastikan Seluruh Hewan Kurban di Jakarta Bebas Antraks dan PMK
Sementara kambing, diletakkan terpisah dengan kandang sapi. Kambing-kambing itu ditempatkan dalam satu kotak kandang kecil dari bambu.
Uniknya, di tempat ini, ada pula 1 ekor kerbau berbobot 500 kilogram yang juga dijual. Kerbau itu ditempatkan terpisah dan tanahnya dibuat lebih becek dari sapi dan kambing.
Pemeriksaan dilakukan sekira pukul 09.30 WIB, dengan mendatangkan sejumlah dokter hewan dari pusat pelayanan kesehatan hewan dan peternakan Provinsi DKI Jakarta.
Sejumlah pemeriksaan yang dilakukan, di antaranya ulas darah dari telinga, hingga sampel tanah untuk pengujian penyakit antraks pada hewan.
Baca juga: Jelang Iduladha, Sudin KPKP Jakpus Periksa Kesehatan Puluhan Hewan Kurban di Tiga Wilayah
Pada saat pemeriksaan, sapi dan kambing yang berada di kandang tersebut nampak tenang dan tidak memberontak.
Sehingga, dari 111 hewan kurban yang ada di Putra Jakarta Farm, dipastikan dalam keadaan sehat dan layak jual.
"Kami dalam rangka pendataan tempat pemotongan hewan kurban sekaligus melakukan monitoring apa yang sudah dilakukan tim dan sekaligus kami ada juga monitoring atau melakukan surveillance antraks pada sapi," kata Kasudin KPKP, Novy C Palit saat ditemui di lokasi, Selasa.
"Pemeriksaan hari ini kami melakukan pemeriksaan preparat ulas darah ya, kemudian pemeriksaan sampel tanah untuk dilakukan pengujian untuk penyakit antraks," imbuhnya.
Menurut Novy, dari 51 tempat penampungan hewan kurban di 8 kecamatan wilayah Jakarta Barat, pihaknya belum menemukan hewan kurban yang mengalami sakit sehingga dilarang dijual.
Akan tetapi apabila ditemukan, Novy memastikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan penentu kebijakan setempat untuk pengambilan langkah selanjutnya.
"Total hewannya kami (di Jakarta Barat) ada 3.628, jadi dari sapi, kambing, domba," katanya.
Menurut Novy, sampel yang ada akan dilakukan uji laboratorium secara serempak.
| Human Initiative Luncurkan Sebar Qurban 2026, Targetkan 309 Ribu Penerima |
|
|---|
| Ini Pengakuan Tarmin Panitia Kurban di Cikiwul Bekasi yang Palak Penerima Daging Rp 15.000 |
|
|---|
| AHY Kurban Sapi Limosin 1,2 Ton, Disembelih di DPP Demokrat, Datang Langsung dari Pacitan Jatim |
|
|---|
| Besok Masjid Istiqlal Gelar Makan Bergizi Bersama Anak Yatim, Daging Kurban Disalurkan ke Yayasan |
|
|---|
| Bantuan CSR Perusahaan, Pemkab Bekasi Salurkan Puluhan Hewan Kurban ke Masjid dan Pesantren |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pemeriksaan-hewan-kurban3.jpg)