Rabu, 29 April 2026

Sambut Hari Kebangkitan Nasional, Kompas Gramedia Angkat Peran Perempuan Lewat Dialog Inspiratif

Dialog inspirasional “Perempuan Berdaya Bangkit untuk Bangsa” digelar di Bentara Budaya Art Gallery, lantai 8 Menara Kompas, Selasa (20/5/2025).

Editor: Junianto Hamonangan
Dok. Multimedia Corporate Communication
PERAN PEREMPUAN - Talkshow “Perempuan Berdaya Bangkit untuk Bangsa” di Bentara Budaya Art Gallery di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Hadir Public Figure Desiree Tarigan, Antropolog Kartini Sjahrir, bersama Corporate Communication Director Kompas Gramedia Glory Oyong. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dialog inspirasional bertajuk “Perempuan Berdaya Bangkit untuk Bangsa” digelar di Bentara Budaya Art Gallery, lantai 8 Menara Kompas, Selasa (20/5/2025). 

Kegiatan itu digelar Kompas Gramedia melalui Bentara Budaya berkolaborasi dengan Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB) memperingati Hari Kebangkitan Nasional

Dialog ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Kartini Sjahrir—antropolog, penulis, Duta Besar RI untuk Argentina, Paraguay, dan Uruguay (2010–2014), serta Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Sumatera Utara (MWA USU)—dan Desiree Tarigan, figur publik yang dikenal dengan akun media sosial @mamitoko, seorang seniman sekaligus pengusaha kuliner.

Acara dibuka dengan sambutan Pendiri KPPB Meiline Tenardi yang mengapresiasi Kompas Gramedia dan Bentara Budaya karena menginisiasi dialog ini dan membuka ruang kolaborasi bersama komunitas KPPB. 

“Semoga sinergi ini terus berlanjut. Karena hidup ada dalam kendali kita sendiri, jadilah versi terbaik dari diri kita setiap hari. Salam kebangkitan," tuturnya, Rabu (21/5/2025).

Dalam sesi diskusi, Kartini Sjahrir menekankan bahwa kebangkitan perempuan adalah proses yang panjang dan tidak terlepas dari perjuangan menuju kemandirian.

“Perempuan harus mandiri—mandiri berpikir, mandiri dalam menyuarakan pendapat. Namun, menjadi perempuan mandiri bukanlah hal yang mudah,” ungkap Kartini.

Baca juga: Waspadai Kecelakaan dan Potensi Kebakaran, KAI Gencarkan Sosialisasi Bahaya Aktivitas di Jalur KA

Menurutnya, setiap perempuan memiliki proses dan tantangannya yang berbeda-beda, terutama dalam menghadapi diskriminasi. 

"Faktor pendidikan sangat mempengaruhi kemampuan perempuan untuk bangkit," tegas Kartini. 

Sementara itu, Desiree Tarigan mengungkapkan bahwa semangat untuk terus berkarya dan berjuang didorong oleh keinginannya untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
 
“Kalau saya bisa memberdayakan dan mempekerjakan banyak orang, berarti hidup saya berguna,” tuturnya.

Desiree juga memiliki keinginan supaya apa yang dikerjakan selama ini dapat berkontribusi untuk orang lain. 

"Saya tidak ingin egois dan hanya memikirkan diri sendiri. Lewat apa yang saya kerjakan, saya ingin membuka lapangan pekerjaan dan membantu orang lain," ungkapnya.

Selain diskusi, acara ini dimeriahkan dengan peragaan busana Srikandi KPPB, yang menampilkan karya-karya dari jenama lokal seperti Batik Chic, Enijoe, Raz’h Creation, dan Manjusha.

Pengunjung juga dapat menikmati pameran tunggal “Habis Gelap Terbitlah Terang” karya perupa Sasya Tranggono seusai acara.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved