Senin, 13 April 2026

Budi Arie Tepis Tuduhan Mafia Judol: 'Gusti Allah Mboten Sare

Menkop Budi Arie menegaskan keyakinannya bahwa kebenaran akan terungkap.

Editor: Joanita Ary
Warta Kota/Ramadhan L Q
Budi Arie ke KPK -- Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, memberikan tanggapan tegas terkait munculnya namanya dalam dakwaan kasus mafia akses judi online yang melibatkan sejumlah mantan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (21/5), Budi Arie menegaskan keyakinannya bahwa kebenaran akan terungkap. 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, memberikan tanggapan tegas terkait munculnya namanya dalam dakwaan kasus mafia akses judi online yang melibatkan sejumlah mantan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (21/5), Budi Arie menegaskan keyakinannya bahwa kebenaran akan terungkap.

"Gusti Allah mboten sare," ujar Budi Arie, menggunakan ungkapan Jawa yang berarti "Tuhan tidak tidur".

Budi Arie menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai kemungkinan pemanggilan kembali oleh pihak kepolisian terkait kasus tersebut.

Ia hanya menyebut bahwa isu ini merupakan "lagu lama kaset rusak", mengindikasikan bahwa tuduhan serupa telah berulang kali diarahkan kepadanya tanpa bukti yang kuat.

Dalam dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (14/5), nama Budi Arie disebut oleh jaksa terkait peran terdakwa Zulkarnaen Apriliantony.

Jaksa menyatakan bahwa Budi Arie diduga meminta Zulkarnaen untuk merekrut individu yang bertugas mengumpulkan data situs judi online, dengan pembagian keuntungan yang disebutkan mencapai 50 persen untuk Budi Arie.

Menanggapi hal tersebut, Budi Arie membantah keras tuduhan tersebut.

 Ia menyatakan bahwa selama menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), dirinya justru aktif dalam pemberantasan situs judi online.

"Itu adalah narasi jahat yang menyerang harkat dan martabat saya pribadi. Itu sama sekali tidak benar," tegas Budi Arie dalam pernyataan tertulis pada Senin (19/5).

Ia juga menambahkan bahwa tidak pernah ada aliran dana dari para terdakwa kepadanya, dan bahwa para tersangka sengaja mencatut namanya untuk melancarkan aksi mereka.

"Mereka tidak akan berani bilang, karena akan langsung saya proses hukum," ujarnya.

Budi Arie juga menekankan bahwa dirinya adalah korban dari pengkhianatan oleh mantan anak buahnya di Komdigi yang terlibat dalam praktik perlindungan situs judi online tanpa sepengetahuannya.

"Menteri Budi Arie justru menjadi korban pengkhianatan yang dilakukan pegawai Komdigi," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada perintah, baik lisan maupun tertulis, dari dirinya untuk melindungi situs judi online, dan bahwa tindakan para pegawai tersebut dilakukan tanpa sepengetahuannya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved