Sabtu, 23 Mei 2026

Sapi Kurban Presiden Prabowo Mati Mendadak, Diduga Keracunan

Dugaan awal menyebutkan bahwa keracunan menjadi kemungkinan utama sapi tersebut mati

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Kompas.com
SAPI KURBAN -- Seekor sapi kurban milik Presiden Prabowo Subianto yang rencananya akan disumbangkan kepada masyarakat Sulawesi Barat pada perayaan Idul Adha mendatang, ditemukan mati mendadak di kandangnya di Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (15/5/2025) pagi. 

WARTAKOTALIVECOM, Sulawesi Barat -- Seekor sapi kurban milik Presiden Prabowo Subianto yang rencananya akan disumbangkan kepada masyarakat Sulawesi Barat pada perayaan Idul Adha mendatang, ditemukan mati mendadak di kandangnya di Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (15/5/2025) pagi.

Sapi berjenis Simental dengan bobot lebih dari 1 ton tersebut sebelumnya dalam kondisi sehat.

Pemilik sapi, Dedi Irawan, menyatakan bahwa pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WITA, sapi tiba-tiba roboh dan menggelepar di kandang tanpa tanda-tanda sakit sebelumnya.

 "Saya masih sempat memandikan tadi pagi dan kelihatannya sehat bugar, hanya saja beberapa jam kemudian tiba-tiba jatuh ambruk dan menggelepar di tempat. Karena khawatir mati saya terpaksa menyembelih di kandangnya," tutur Dedi.

Dugaan Penyebab Kematian

Dinas Peternakan Kabupaten Polewali Mandar saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim dokter hewan untuk mengetahui penyebab pasti kematian sapi tersebut.

Dugaan awal menyebutkan bahwa keracunan menjadi kemungkinan utama.

Status Sapi sebagai Hewan Kurban Presiden

Sapi tersebut telah dibeli oleh Sekretariat Presiden seharga Rp 125 juta dan telah ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden Prabowo untuk disumbangkan kepada masyarakat Sulawesi Barat.

Kontrak pembelian bahkan telah ditandatangani pada Rabu (14/5/2025), sehari sebelum kejadian. Rencananya, sapi tersebut akan dikirim ke Mamuju, ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, untuk disembelih dan dibagikan kepada masyarakat saat Idul Adha.

Tindakan Pemilik dan Pemanfaatan Daging

Beruntung, sapi masih dalam kondisi hidup ketika disembelih sehingga dagingnya tetap bisa dimanfaatkan dan tidak menjadi bangkai.

Dedi mengaku sangat sedih dengan kejadian tersebut, terutama karena sapi tersebut telah ia rawat dengan baik dan bahkan sudah disepakati dalam kontrak pembelian oleh pihak Sekretariat Kepresidenan.

Pihak Dinas Peternakan Kabupaten Polewali Mandar belum dapat memastikan apakah kematian sapi disebabkan oleh penyakit mendadak atau keracunan, sebagaimana dugaan sementara.

Pemeriksaan laboratorium oleh tim dokter hewan masih berlangsung untuk mengidentifikasi penyebab kematian lebih lanjut.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved