Berita Bogor

Dapur MBG di Bogor Tetap Beroperasi Meski Hasil Laboratorium Sebut Makanan Terkontaminasi Bakteri

Meski hasil laboratorium menunjukkan makanan yang dimasak di dapur Sekolah Bosowa Bina Insani terkontaminasi, dapur tersebut masih tetap beroperasi.

Instagram @lbj_jakarta
KERACUNAN MASSAL MBG - Foto merupakan ilustrasi makanan gratis. Meski hasil laboratorium menunjukkan makanan yang dimasak di dapur sekolah di Bogor terkontaminasi, dapur tersebut masih tetap beroperasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hasil uji laboratorium atas sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di Kota Bogor diketahui mengandung bakteri.

Meski hasil laboratorium menunjukkan makanan yang dimasak di dapur Sekolah Bosowa Bina Insani terkontaminasi, dapur tersebut masih tetap beroperasi.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyatakan, aktivitas memasak dan distribusi makanan tetap berlangsung namun kini berada di bawah pengawasan ketat Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca juga: Ratusan Siswa di Bogor Keracunan Menu MBG, Hasil Laboratorium Temukan 2 Bakteri Berbahaya di Makanan

"Distribusi, masak, dan sebagainya masih berlangsung, tetapi pengawasan langsung dari BGN," kata Dedie Racjim di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Senin (12/5/2025).

Pemkot Bogor juga meminta agar pengelola dapur MBG lebih disiplin dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP).

Menurut Dedie, pengawasan terhadap proses pengolahan makanan perlu diperketat agar insiden serupa tidak terulang.

Baca juga: Siswa di Kota Bogor yang Diduga Keracunan Menu MBG Menjadi 214 Orang, Pemkot Tetapkan Jadi KLB

"Kami meminta SOP-nya diperketat lagi dan termasuk pengawasannya, jangan dianggap sepele hal ini, karena ini menurut kami sesuatu yang sangat serius," kata Dedie Rachim.

Dari pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi dua menu makanan yang disajikan ke siswa mengandung bakteri berbahaya, yakni Escherichia coli (E Coli) dan Salmonella.

Dedie mengungkapkan keberadaan kedua jenis bakteri tersebut ditemukan dalam makanan yang dikonsumsi oleh ratusan siswa dari 13 sekolah.

Baca juga: Minta Maaf MBG Masih Ada Kekurangan, Istana: Kejadian Tersebut Sebagai Catatan Perbaikan

"Dari hasil pemeriksaan laboratorium selama kurang lebih empat hari terakhir, hasilnya menunjukkan beberapa bahan itu mengandung bakteri Coli dan Salmonela," ujar Dedie.

Menu yang menjadi penyebab keracunan adalah telur ceplok saus barbeque dan tumis tahu tauge.

Kedua menu ini diketahui dimasak di dapur Sekolah Bosowa Bina Insani, yang melayani 13 sekolah dalam program MBG Kota Bogor.

Baca juga: Ratusan Siswa di Kota Bogor Jawa Barat Tumbang Setelah Santap Makanan yang Disediakan Program MBG

Masalah diduga bermula dari proses pengolahan makanan.

Telur, misalnya, dimasak pada malam hari dan baru didistribusikan ke sekolah-sekolah pada siang hari berikutnya.

Dedie Rachim menyebutkan, selain pemeriksaan makanan, pihaknya juga memeriksa kualitas air serta kondisi fisik siswa.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved