Pengerukan
Baju Bekas Sampai Per Kasur Ditemukan Petugas Saat Keruk Sungai di Jakarta Selatan
Baju Bekas Sampai Per Kasur Ditemukan Petugas Saat Keruk Sungai di Jakarta Selatan. Akibatnya air di saluran phb meluap dan bikin banjir
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Petugas gabungan dari pasukan biru dan oranye menemukan berbagai barang rumah tangga saat melakukan pengerukan sungai.
Di saluran penghubung (PHB) Jalan Mohammad Kahfi II, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, petugas menemukan per pocket atau per kasur, potongan kursi kayu, dan pakaian bekas milik warga.
Banyaknya bahan material penyumbat itu disinyalir menjadi salah satu penyebab meluapnya air di saluran PHB yang mengakibatkan banjir.
Baca juga: Sungai Ciliwung Meluap Imbas Kiriman dari Bogor, Pemprov DKI Jakarta Didesak Pengerukan Lumpur
Salah satu warga setempat bernama Siti Nurobiah (52) mengaku bersyukur saluran PHB itu dikeruk pemerintah daerah.
Dia menyebut, kali ini kerap meluap hingga menerjang permukiman warga yang ada di sekitarnya.
"Saya ucapkan terima kasih atas respon dari pemerintah untuk pengerukan ini, karena kami terbantu sekali untuk mengurangi genangan air yang ada di wilayah kami," ujar Siti pada Jumat (2/5/2025).
Menurut dia, luapan air yang menerjang warga cukup tinggi hingga selutut orang dewasa.
Terakhir kali, kata dia, banjir menerjang saat bulan Ramadan pada Maret 2025 lalu.
Baca juga: Sungai Pesanggrahan Meluap, Wilayah Kembangan Jakbar Dekat Kantor Wali Kota Dilanda Banjir
"Saat bulan puasa itu air masuk sampai ke dalam rumah. Air dari sini (saluran PHB) limpas ke arah Pesantren (Nurul Amanah)," katanya.
Dia berharap, pemerintah rutin melakukan pemeliharaan di kali, sungai hingga saluran PHB di Jakarta. Dengan begitu, ancaman banjir di Jakarta setiap musim hujan dapat berkurang.
"Minimal bisa mengurangi banjir tapi saya berharap tidak ada lagi genangan-genangan air yang melimpas masuk ke rumah warga," pungkasnya.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo mengatakan, pengerukan lumpur dilakukan untuk mengurangi potensi banjir di wilayah setempat.
Tidak hanya lumpur, kata dia, petugas juga membersihkan sampah yang menumpuk di saluran tersebut.
"Sampah dan lumpur yang ada di saluran maupun kali bisa membuat laju air melambat hingga terjadi genangan dan limpas ke warga. Karena itu, saluran dan kali kami bersihkan untuk mengurangi potensi genangan," kata Santo. (faf)
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa, 4 ASN Dikabarkan Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Kronologi Demo di Makassar, Gedung DPRD Dibakar Massa, 3 ASN Tewas, Belasan Masuk RS |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Amuk Massa Berlanjut, Mobil Polisi di Polsek Duren Sawit Dibakar Sabtu Dini Hari |
![]() |
---|
Polres Metro Jaktim Dihujani Petasan dan Batu, Markas Gegana Brimob Dijarah, Jakarta Lumpuh |
![]() |
---|
Mahasiswa Muslim Indonesia Endus Upaya Pecah Belah Indonesia, Tuntut Ungkap Dalang Rusuh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.