Kesehatan
Hepatitis Bukan Sekadar ‘Sakit Kuning’, Begini Fakta, Risiko, dan Pencegahannya
Misalnya hepatitis B dan C sering tanpa gejala di tahap awal, kemudian baru terdeteksi setelah muncul pengerasan hati atau bahkan berkembang menjadi k
Sedangkan untuk mengetahui pasien mengidap hepatitis B, dokter harus mencari tau HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) dan untuk pemeriksaan hepatitis C, ada pemeriksaan anti HCV (Hepatitis C Virus).
Meskipun hepatitis A bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi tetap disarankan untuk melakukan vaksin hepatitis A.
Secara umum, hepatitis B dan C berisiko infeksi kronik. Penyakit ini bisa menjangkit seumur hidup dan menetap.
Penyakit ini bisa dicegah dengan vaskin untuk hepatitis B. Tiga kali vaksinasi untuk usia nol, satu, dan enam bulan terbukti memberi perlindungan seumur hidup.
"Sampai saat ini belum ada obat yang bisa memberantas tuntas virus hepatitis B. Virus ini tidur di dalam sel hati sehingga tidak semua hepatitis B bisa langsung diterapi. Untuk pemberian antivirus dalam bentuk tablet, virusnya harus ditunggu hingga bangun," ujar dia.
Hingga saat ini, terapi hepatitis B memerlukan terapi jangka panjang dengan tingkat kesembuhan yang bervariasi.
“Di RS kami penanganan hepatitis bersifat menyeluruh. Penyakit ini dapat ditangani mulai dari tindakan preventif, diagnostik, hingga terapi juga fasilitas after care. Pasien yang terkena hepatitis B akan terus dipantau hingga muncul waktu yang tepat untuk diterapi. Pasien hepatitis C akan langsung diobati agar tidak berkembang menjadi sirosis,” jelas dokter yang berpraktik di RS Siloam Kebon Jeruk ini.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penularan, Pencegahan hingga Penanganan Hepatitis yang Harus Diketahui
Paling Berisiko Terkena Hepatitis
RS Siloam MRCCC Semanggi (MRCCC)
RS Siloam Kebon Jeruk
Warta Kota
| Pakar Obstetri dan Ginekologi Ungkap BPA dari Galon Guna Ulang Bisa Berkaitan dengan Pubertas Dini |
|
|---|
| Risiko Picu Kanker, Dinas Kesehatan Depok Ingatkan Tak Berlebihan Makan Daging Kurban dengan Dibakar |
|
|---|
| Menjaga Jam Biologis Tubuh Jadi Kunci Kesehatan Pencernaan |
|
|---|
| Konsumsi Manis Berlebih Tingkatkan Risiko Karies Gigi hingga 2,8 Kali Lipat |
|
|---|
| Dr Ryu Hasan: Jiwa dan Perasaan Adalah Hasil Kerja Otak, Sehingga Depresi Cara Otak Proses Kehidupan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dr-Steven-Zulkifly-SpPD.jpg)