Jumat, 8 Mei 2026

Berdebat dengan Ibu dan Remaja yang Minta Perpisahan Sekolah Digelar, Begini Jawaban Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi menyentil seorang remaja dan ibunya yang bersikeras ingin diadakan perpisahan untuk sekolah-sekolah di Jawa Barat.

Tayang:
Editor: Sigit Nugroho
Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
KEMARAHAN DEDI MULYADI - Foto tangkapan laya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis, (17/4/2025). Dedi Mulyadi menyindir ibu dan remaja yang ngotot ingin ada perpisahan di sekolah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, gencar menyuarakan larangan perpisahan maupun study tour bagi SMA/SMK di Jawa Barat.

Dedi gencar menyuarakan itu, sejak dia resmi menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat setelah dilantik pada Kamis (20/2/2025).

Dedi menilai, kegiatan tersebut membebani keuangan orangtua siswa.

Bahkan, di hari pertamanya bekerja sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi mencopot Kepala Sekolah SMAN 6 Depok yang ngotot melaksanakan study tour ke luar provinsi.

Dedi juga menyentil seorang remaja dan ibunya yang bersikeras ingin diadakan perpisahan untuk sekolah-sekolah di Jawa Barat.

Keinginan remaja dan ibunya itu disampaikan saat hadir bersama warga Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang rumahnya dibongkar.

Baca juga: Dedi Mulyadi Umumkan Warga Depok Gratis Bayar PBB dan Seluruh Tunggakan, Ini Syaratnya

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggusur ratusan rumah yang dibangun di bantaran Kali Cikarang Bekasi Laut.

Remaja dan sang ibu termasuk warga yang rumahnya digusur karena dibangun di bantaran sungai.

"Kalau misalnya bisa, wisuda pengeluarannya lebih sedikit. Biar adil, Pak, semua murid bisa ngerasain perpisahan," kata si remaja yang baru lulus SMA, dalam video di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel yang tayang pada Sabtu (26/4/2025).

Pernyataan itu dijawab Dedi dengan mengatakan bahwa selama ini sekolah selalu memungut biaya perpisahan kepada orangtua murid.

Hal itu dinilai Dedi memberatkan sebab tak sedikit orangtua yang berutang untuk membayar kegiatan perpisahan atau study tour sekolah.

Baca juga: Uang Umat Disunat Atas Nama Dakwah, Garda Satu Jabar Dukung Keputusan Dedi Mulyadi Hapus Dana Hibah

Bahkan, remaja itu mengakui, pembayaran biaya perpisahan cukup membebani orangtuanya.

Namun, dia bersikeras perpisahan penting digelar sebab tak semua anak bisa merasakannya.

"Ngerasain perpisahan, duit dari siapa?" tanya Dedi.

"Orangtua," jawab gadis remaja.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved