Berita Jakarta

Sudah Ada Lebih dari 500 Tahun, Juru Kunci Sebut Makam Wijaya Kusuma Jadi Paku Bumi Jakarta

Sudah Ada Lebih dari 500 Tahun, Juru Kunci Sebut Makam Wijaya Kusuma Jadi Paku Bumi Jakarta

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah
MAKAM PANGERAN WIJAYA KUSUMA - Makam keramat Pangerang Wijaya Kusuma di Tubagus Angke, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (25/4/2025). Tidak sedikit warga berziarah 

WARTAKOTALIVE.COM, GROGOL PETAMBURAN - Makam Pangeran Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dipercaya sebagai paku bumi Jakarta sehingga bisa berdiri sebagai kota metropolitan seperti sekarang ini. 

Hal itu sebagaimana diungkap oleh Taufik selaku juru kunci Taman Makan Pangeran Wijaya Kusuma saat ditemui Warta Kota di lokasi, Jumat (25/4/2025).

"Bayangin, Jakarta kalau enggak ada tempat keramat. Tenggelam enggak? tenggelam, karena paku buminya hidup," kata Taufik.

"Jadi usia (makam) kurang lebih sama kayak Jakarta, 500 tahunan," imbuhnya.

Menurutnya dan kepercayaan para peziarah, salah satu paku bumi Jakarta adalah makam Pangeran Wijaya Kusuma ini.

Sehingga, banyak peziarah meluangkan waktunya tiap malam Jumat untuk berdoa dan bermunajat di makam tersebut.

"Makanya kan Jakarta dikelilingin sama keramat. Kami ya sangat bersyukur lah adanya beliau, cuma tugas kami ya cuma suruh wasilah, wasilahnya adalah berdoa, bukan meminta," jelas Taufik.

Dia meyakini jika Pangeran Wijaya Kusuma yang dulunya merupakan seorang penasihat Kesultanan Banten.

Sehingga, ia percaya jika sosoknya lah yang menjadi penemu Jakarta sehingga bisa menjadi metropolitan seperti sekarang ini.

"Kita dijajah sama Belanda hampir mau tiga abad, sejarah kita disimpang siurin sama Belanda, jadi pesan saya hati-hati aja terkait itu. Beliau (Pangeran Wijaya Kusuma) andil di Kota Jakarta," katanya.

Oleh karena itu, Taufik mengungkap jika tiap ulang tahun Jakarta, banyak pejabat yang datang untuk berziarah ke makam keramat ini.

"(Pejabat) yang paling banyak datang yang ngerti sejarah sih. Kalau pejabatnya yang enggak ngerti sejarah, enggak bakal ke sini," jelas dia.

Lebih lanjut, Taufik menyampaikan jika perawatan terhadap makam Pangeran Wijaya Kusuma dilakukan setiap hari agar selalu bersih.

Sementara kain hijau yang menutupi seluruh area makam tersebut, diganti setiap satu tahun sekali.

Salah satu peziarah bernama Alex (40), mengaku datang untuk bertamu dan mengirim doa saja kepada sang pangeran.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan ia kepada orang yang berjasa untuk Jakarta.

"Saya datang bertamu aja, ziarah, kirim doa. Karena kan beliau Wali, lebih dekat dengan Allah," kata Alex saat ditemui di lokasi, Jumat.

Menurutnya, Pangeran Wijaya Kusuma sangatlah berjasa untuk Jakarta, sehingga ia merasa perlu datang dan mendoakan sosoknya meskipun tak pernah berjumpa.

"Menghargai jasanya, kalau enggak ada beliau mungkin Jakarta enggak ada," pungkas dia. 

Untuk informasi, Taman Makam Wijaya Kusuma ini buka setiap hari selama 24 jam untuk peziarah yang ingin datang.

Para peziarah diharapkan tampil sopan dan tidak sedang dalam keadaan datang bulan bagi perempuan kala hendak berziarah.

Makam ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 0128/M/1988 SK Gubernur DKI Jakarta nomor 475/1993.

Sementara peresmiannya dilakukan pada 21 Juni 2004 oleh Walikota Madya Jakarta Barat, Drs. H. Sarimun Hadisaputra. (m40)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved