Manfaatkan Teknologi AI, Deteksi Dini Kanker Kini Gunakan Alat Digital PET/CT Scan
Deteksi dini menjadi upaya penting untuk dilakukan dalam menghadapi penyakit kanker. Hal itu penting lantaran sel kanker dapat menyebar secara cepat.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Deteksi dini menjadi upaya yang sangat penting untuk dilakukan dalam menghadapi penyakit kanker.
Pasalnya banyak pasien yang terpaksa berobat ke luar negeri lantaran alat medis di Indonesia kurang memadai menangani penyakit kanker.
Seiring perkembangan teknologi kedokteran, deteksi dini kanker kini sudah dapat dilakukan.
Hal itu penting lantaran sel kanker dapat menyebar secara cepat jika tidak segera ditangani.
Deteksi dini penyebaran sel kanker dapat dilakukan dengan alat Digital PET/CT Scan Omni Legend untuk diagnosis penyakit kanker dan penyebarannya secara akurat.
Kehadiran alat ini adalah pengembangan dari alat PET/CT Scan yang sudah ada sebelumnya.
Kepala Instalasi Radiologi, sekaligus Konsultan Radiologi Nuklir dan Pencitraan Molekuler RS Gading Pluit, dr.Tjondro Setiawan, mengatakan pihaknya menghadirkan alat deteksi kanker tersebut.
Kehadiran teknologi pemindaian penyakit kanker sebelum merambah dan menyebar ke seluruh tubuh menjadi salah satu syarat bagi upaya keberhasilan penanganan penyakit ini.
Baca juga: Titiek Puspa Meninggal Dunia, Pernah Divonis Derita Kanker Serviks Sebelum Alami Perdarahan di Otak
"Sebetulnya sejak 2008 kami sudah menjadi pioneer dalam pengembangan alat Hybrid Imaging PET/CT dan Cyclotron di Indonesia. Tetapi kehadiran PET/CT Digital Omni Legend ini memungkinkan deteksi lesi kecil dengan hasil lebih presisi sehingga memungkinkan diagnosis lebih dini," kata dr. Tjondro lewat keterangan, Minggu (20/4/2025).
Teknologi terbaru ini mampu mendeteksi lesi metabolic berukuran 1,4 milimeter dan telah dilengkapi fitur motion correction berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menjaga ketajaman gambar dan pasien tetap dalam kondisi normal.
Pemakaian alat ini bisa lebih cepat yakni hanya 15 menit, ketimbang PET/CT Scan yang sebelumnya memakan waktu 30-40 menit.
"Didukung Cyclotron yang kami miliki, kami dapat memproduksi radionuklida secara mandiri, sehingga memungkinkan proses pencitraan dilakukan dengan fleksible dan efisien," kata Tjondro.
Hadirnya teknologi ini sekaligus mendukung upaya RS Gading Pluit untuk menjadi Pusat Layanan Kanker Terpadu.
Pasien menjalani seluruh tata laksana penyakit kanker mulai dari diagnostik, terapi hingga evaluasi multidisiplin dalam satu rumah sakit.
"Setelah menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang mengoperasikan mesin PET/CT Scan dan memproduksi radionuklida mandiri, kembali kami menghadirkan dan mengoperasikan alat PET/CT Scan yang kedua yaitu Digital PET/CT Scan Omni Legend pertama di Indonesia dan langsung melayani pasien pada Kamis 27 Maret lalu," kata Presiden Direktur PT Gading Pluit Jasa Medika, Ang Kok Bin.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Ria Mariaty Ibu Raisa Meninggal Dunia setelah Berjuang Sembuh Melawan Kanker Paru yang Dideritanya |
|
|---|
| Pertama di Asia, RS EMC Grha Kedoya Rilis Alat PET/CT Seluruh Tubuh dengan Kecepatan Pindai 4 Menit |
|
|---|
| Kanker Pankreas Sulit Dideteksi Dini dan Tingkat Mortalitas Tinggi, Operasi Whipple jadi Harapan |
|
|---|
| Deteksi Dini Kanker Payudara, Kenali Gejala dan Ciri-cirinya untuk Pencegahan hingga Pengobatan |
|
|---|
| Apa Itu Kolonoskopi? Langkah Penting dalam Deteksi Dini Kanker Usus Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Seiring-perkembangan-teknologi-kedokteran-deteksi-dini-kanker-sudah-bisa-dilakukan.jpg)