Berita Jakarta
Kunjungan Museum dan Perpustakaan di Jakarta Merosot, Pemprov DKI Diminta Bergerak
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus meningkatkan kunjungan museum dan perpustakaan di kalangan pelajar untuk meningkatkan literasi.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus meningkatkan kunjungan museum dan perpustakaan di kalangan pelajar.
Museum dan perpustakaan dianggap menjadi lokasi strategis untuk memahami sejarah dan meningkatkan literasi di kalangan pelajar.
“Dinas Kebudayaan harus meningkatkan kunjungan ke museum. Perpustakaan juga harus meningkatkan minat baca. Saya pikir Dinas Kebudayaan mungkin harus berdiskusi dengan stakeholders,” kata Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina pada Selasa (15/4/2025).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) Provinsi DKI Jakarta 2022 lalu, kata dia, kunjungan ke museum turun tajam dari 2.056.897 orang pada 2020 ke 119.657 pada 2021.
Jika ditelusuri lebih lanjut maka angka kunjungan ke museum tersebut sudah turun jauh dari 11.092.256 pada 2019 sebelumnya.
Fenomena tersebut antara lain disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang memaksa museum-museum membatasi kunjungan dari luar atau bahkan tutup untuk sementara waktu.
Baca juga: Fogging Dilakukan Setelah Korban Berjatuhan, Mitigasi DBD di Jakarta Dipertanyakan
Dalam rangka meramaikan kembali museum-museum dan perpustakaan di Jakarta. Elva mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta mewajibkan penerima-penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk mengunjungi dua tempat tersebut.
“Saya sudah pernah sampaikan di rapat sebelumnya, penerima-penerima KJP ini mungkin juga bisa diwajibkan untuk datang ke perpustakaan atau datang ke museum,” ucapnya.
Sementara itu, data Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia menunjukkan hanya 3 sampai 4 dari 100 penduduk DKI Jakarta yang mengunjungi perpustakaan pada tahun 2023 lalu.
Elva memaparkan bahwa penerima KJP di DKI Jakarta berjumlah sekitar 700.000 orang.
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta dapat membuat suatu kebijakan untuk mendorong sejumlah besar siswa itu untuk pergi mengunjungi museum dan perpustakaan di ibu kota.
“Karena penerima KJP kan di DKI Jakarta kurang lebih sudah sampai 700.000 gitu. Itu bisa dibayangkan kalau semua diintegrasikan, artinya pengunjung perpustakaan bisa lebih banyak, pengunjung museum juga lebih banyak,” paparnya.
Ia berharap kewajiban bagi penerima KJP untuk mengunjungi museum-museum dan perpustakaan-perpustakaan akan meningkatkan minat para pelajar terhadap literasi dan kebudayaan secara umum. (faf)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Halal Bihalal Jakarta Digelar di Kawasan Kota Tua Jakarta Barat Hari Sabtu Besok, Ini Acaranya |
|
|---|
| Cara Pasar Jaya Tuntaskan Masalah Sampah di Pasar Induk Kramat Jati |
|
|---|
| Polda Metro Jaya Pastikan Layanan Tetap Normal Meski Ada WFH ASN |
|
|---|
| Penerapan WFH Bikin Lalu Lintas Jakarta Lebih Lengang Hari Ini |
|
|---|
| Ternyata Parkir Resmi, Ada Kesalahan Pola Parkir di Akses MRT Lebak Bulus Jaksel hingga Bikin Macet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-E-DPRD-DKI-Jakarta-Elva-Farhi-Qolbina-terus-mendorong-peningkatan-fasilitas-RSUD.jpg)