berita bekasi
Satpam di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat Dibanting ABG Hingga Muntah dan Kejang
Karena hal sepele, satpam RS Mitra Keluarga Bekasi mengalami kejang dan muntah, sebab dia dibanting oleh seorang remaja yang ahli bela diri.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM,BEKASI - Seorang satpam Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi bernama Sutiyono (39) menjadi korban penganiayaan serupa peragaan smackdown saat bertugas oleh seorang remaja laki-laki berinisial AF (25).
Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan, AKP Imam Prakoso menegaskan korban sempat mengalami muntah hingga kejang saat kejadian.
"Iya (muntah dan kejang) infonya pas dipukul terbentur kepalanya, terbentur hingga ke lantai," kata Imam saat dikonfirmasi Rabu (9/4/2025).
Namun Imam menjelaskan belum dapat mengetahui luka apa saja yang dialami korban pasca kejadian.
Sebab pihak kepolisian masih menunggu kondisi kesehatan dari korban pulih.
Baca juga: Selidiki Dugaan Penganiayaan Pasien kepada Sekuriti di RS Mitra Keluarga Bekasi, Polisi Panggil AFET
"Kalau luka belum tahu, korban belum diperiksa karena masih dirawat, nanti setelah sehat baru korban divisum dan baru diperiksa kemudian tahu seperti apa kronologis dari sisi korban," ujarnya.
Kronologi
Lalu untuk kronologi atau penyebab penganiayaan, istri korban, Ratrichsani (30) mengatakan AF sempat ditegur oleh Sutiyono karena parkir mobil sembarangan.
Sehingga mobil yang dibawa AF menghalangi jalur ambulans hingga kendaraan pengunjung.
"Awalnya suami saya negur dia (AF) parkirnya kurang maju, tidak sesuai prosedur dari RS karena menghalangi jalurnya ambulans, menghalangi mobil-mobil yang lain untuk lewat," kata Ratri Rabu (9/4/2025).
Baca juga: Biadab! Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi Dianiaya Keluarga Pasien Gara-gara Parkir Depan IGD
Tidak hanya itu, Ratri menjelaskan suaminya itu sempat juga menegur AF karena kerap membunyikan klakson mobil hingga menggeber knalpot mobil ketika melaju menuju area parkir.
Teguran ini dilakukan Sutiyono karena dapat menganggu ketenangan para pasien yang berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Dia (AF) nyalain knalpot brong, klakson-klakson, berisik, sampai terdengar di ruangan IGD," jelasnya.
Ratri menuturukan pasca teguran dilakukan, AF justru tidak terima dan langsung mendorong Sutiyono menggunakan kedua tangan.
Selanjutnya Sutiyono dipiting hingga dibanting dengan posisi kepala mengenai permukaan lantai.
| Peran Aktif Masyarakat Ditingkatkan, Polisi Minta Warga Kabupaten Bekasi Pasang Kamera CCTV di Rumah |
|
|---|
| Bukan Hari Jumat, 4 Alasan Wali Kota Tri Adhianto Pilih Aturan WFH ASN Pemkot Bekasi pada Hari Rabu |
|
|---|
| Alasan Tri Adhianto Terapkan WFH ASN Pemkot Bekasi di Hari Rabu |
|
|---|
| Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Sesuaikan Kebijakan WFH ASN |
|
|---|
| Ada Efisiensi Anggaran, Plt Bupati Bekasi Pastikan Tak Ada Pengurangan PPPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-satpam.jpg)