Kesehatan
Apa Itu Kolonoskopi? Langkah Penting dalam Deteksi Dini Kanker Usus Besar
Diagnosis kanker kolon utamanya dilakukan melalui tindakan kolonoskopi. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan selang endoskopi melalui dubur
Penanganan Kanker Kolon dan Layanan di RS Siloam MRCCC Semanggi
Penanganan kanker kolon harus dilakukan secara multidisiplin. Dokter yang terlibat terdiri dari dokter ahli onkologi, dokter ahli gastroenterologi, dokter ahli bedah, ahli radioterapi, ahli gizi, perawat stoma, termasuk alat penunjangnya.
Saat ini, terapi kanker kolon sudah berkembang sangat pesat. Para dokter bisa menerapkan terapi yang lebih tepat melalui pemeriksaan mutasi genetik dan pemeriksaan biomarker. Hasil terapinya lebih maksimal dengan efek samping lebih minimal. Di antaranya dengan terapi imun (immunotherapy) atau terapi bertarget (targeted therapy). Immunotherapy adalah terapi dengan memanfaatkan kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
Pada kanker kolon stadium awal, terapi pembedahan umumnya menjadi pilihan. Tujuannya untuk mengangkat seluruh kanker usus besar. Sedangkan pengobatan lanjutan dengan kemoterapi tergantung pada stadium kanker. Pada beberapa kasus, kemoterapi dilakukan lebih dulu untuk mengecilkan kanker agar pembedahan bisa dilakukan. Radiasi juga bisa menjadi tambahan pengobatan.
”Penanganan kanker kolon di RS Siloam MRCCC Semanggi dilakukan secara multidisiplin. Kami melakukan multidisciplinary team meeting, mendiskusikan rencana tindak lanjut baik diagnostik maupun terapi. Tim terdiri dari ahli yang berpengalaman di bidangnya. Ada konsultan onkologi, konsultan gastroenterologi, tim radioterapi, spesialis bedah, spesialis gizi, spesialis radiologi yang saling menunjang satu sama lain untuk merawat pasien kanker kolon. Selain itu, terdapat perawat ahli luka untuk stoma dan juga unit paliatif untuk para pasien kanker kolon stadium lanjut,” jelas dokter Randy.
Alat diagnostik yang dimiliki RS Siloam MRCCC Semanggi meliputi pemeriksaan CT scan, MRI, hingga PET scan untuk diagnosis lebih akurat. Tersedia pula pemeriksaan biomarker atau mutasi genetik. Pemeriksaan ini untuk menentukan pilihan apakah immunotherapy atau targeted therapy yang cocok untuk pasien.
| Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Jaga Proteksi Jangka Panjang |
|
|---|
| Pakar Obstetri dan Ginekologi Ungkap BPA dari Galon Guna Ulang Bisa Berkaitan dengan Pubertas Dini |
|
|---|
| Risiko Picu Kanker, Dinas Kesehatan Depok Ingatkan Tak Berlebihan Makan Daging Kurban dengan Dibakar |
|
|---|
| Menjaga Jam Biologis Tubuh Jadi Kunci Kesehatan Pencernaan |
|
|---|
| Konsumsi Manis Berlebih Tingkatkan Risiko Karies Gigi hingga 2,8 Kali Lipat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/drRandy-Adiwinata-SpPD-spesialis-penyakit-dalam-dari-RS.jpg)