Arus Balik Lebaran

Pemudik Kembali ke Jakarta Tanpa Bawa Sanak Saudara Sebagai Pendatang Baru, Ini Alasan Mereka

Pemudik mulai kembali ke Jakarta. Mereka pun bersiap diri untuk memulai kerja. Bagaimana pendatang baru? Apa ada yang berani mengadu nasib di Jakarta?

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Valentino Verry
warta kota/ramadhan
ARUS BALIK - Subarno (33), saat tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, usai dari Kebumen, Jawa Tengah pada Sabtu (5/4/2025) atau H+4 Lebaran. Dia pun tak membawa sanak saudara untuk mengadu nasib di Jakarta, karena dirasa berat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Arus balik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, tampak rama, Sabtu (5/4/2025) atau H+5 Lebaran.

Pantauan Wartakotalive.com sekitar pukul 15.00 WIB, banyak warga terlihat di pintu kedatangan stasiun usai dari kampung halaman.

Mereka turun dari Kereta Api (KA) Tegal Bahari di peron 4 Stasiun Pasar Senen. Lima menit kemudian, KA Fajar Utama YK tiba.

Sekitar pukul 15.33 WIB, datanglah KA Kertajaya Tambahan dan disusul KA Gajahwong pukul 15.50 WIB.

Baca juga: Kakorlantas Polri Sebut 41 Persen Pemudik Telah Kembali ke Jakarta Pada Jumat Malam

Beberapa penumpang di antaranya terlihat membawa koper, tas jinjing hingga kotak kardus oleh-oleh yang dibawa dari kampung halaman.

Di luar pintu kedatangan, sanak keluarga tampak telah menunggu.

Terlihat porter berbondong-bondong keluar dari pintu kedatangan dengan bawa barang bawaan penumpang yang pakai jasanya.

Salah seorang warga, Subarno (33), mengungkap alasan dirinya dan anak-istri balik pada H+5 Lebaran dari Kebumen, Jawa Tengah, agar ada waktu untuk istirahat sebelum masuk kerja, Senin (7/4/2025).

Baca juga: Puncak Arus Balik di Stasiun KA Pasar Senen Terjadi Hari Ini, 52.056 Pemudik Kembali ke Jakarta

"Karena hari Senin sudah kembali kerja, besok Minggu buat istirahat seharian," ujarnya.

Ia mengaku sempat kesulitan saat membeli tiket perjalanan kereta api pulang dan pergi dua bulan sebelumnya.

"Untuk beli tiketnya susah, karena ada war pada waktu booking tiketnya. Jadi waktu buka, kami pesan yang berangkat, pas balik ke sini kami pesan juga," tutur dia.

Ia menuturkan, bukan kali ini saja dirinya mudik ke kampung halaman dengan menggunakan kereta api.

"Karena dari dulu sudah naik kereta, waktunya lebih pasti, jadi kami tidak khawatir untuk sampai ke tempat tujuan," katanya.

"Untuk sekarang (keretanya) lebih nyaman, karena tahun lalu belum seperti sekarang," imbuhnya. 

"Saya kira masuk ke eksekutif yang mahal, karena bangkunya hampir mirip, kaget aja. Karena saya baru naik yang new generation, untuk kursinya di luar ekspektasi," sambung Subarno.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved