Kamis, 21 Mei 2026

Dedi Mulyadi Kena Sindir Pedagang, Kawasan Puncak Bogor Lebih Lancar Tapi Warung Sepi Pembeli

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat gebrakan melarang angkot beroperasi di Puncak, Bogor selama libur lebaran 2025 yang berdampak bagi pedagang.

Tayang:
Editor: Junianto Hamonangan
tangkapan layar
DISINDIR PEDAGANG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat gebrakan melarang angkot beroperasi di Puncak, Bogor selama libur lebaran 2025 yang berdampak bagi pedagang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat gebrakan dengan melarang angkot beroperasi di kawasan Puncak, Bogor selama libur lebaran 2025. 

Kebijakan itu diambil semata untuk membuat kawasan Puncak Bogor yang biasanya macet saat libur Lebaran menjadi lebih terurai dan tidak mengalami kepadatan parah. 

Namun begitu kebijakan Dedi Mulyadi tersebut justru disindir pedagang yang mengaku mengalami penuruan omzet. 

Dedi Mulyadi meminta sopir angkot di Puncak Bogor untuk libur selama satu minggu selama libur Lebaran 2025.

Sebagai kompensasi, sopir angkot diberikan sebesar Rp 1,5 juta berupa uang Rp 1 juta dan sembako Rp 500 ribu.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan kebijakan Dedi Mulyadi berpengaruh terhadap kondisi lalu lintas Puncak selama libur Lebaran 2025.

"Ada efek. Kita lihat jumlah kendaraan tidak ada stuck," kata Rio dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube KDM.

Polisi mengklaim kemacetan di Puncak tak separah dua tahun lalu.

Meski demikian masih ada dua sopir membandel yang tetap beroperasi.

"Kemarin ada dua sopir angkot kita langsung lakukan tindakan bersama Dishub. Kami tegaskan akan laporkan ke pak gubernur kalau kalian tetap bandel," katanya.

Adanya kebijakan sopir angkot diliburkan sementara berdampak pada lalu lintas di Puncak Bogor.

Baca juga: Dedi Mulyadi Syok Jatah Sopir Angkot di Puncak Bogor Dipotong, Ikhlas Tapi Dipatok Rp 200 ribu

"One way ke atas lancar, tidak ada kejadian fatal dan masyarakat happy dan mudiknya merasa aman dan nyaman," katanya.

Dampaknya kini dapat dirasakan di mana kondisi lalu lintas pada tahun 2025 berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Ada perbedaan, dengan jumlah kendaraan dan tidak ada stuck berhenti hanya ada di 4 titik simpul di Pasar Megamendung, Pasar Lewo dan pertigaan yang sudah direkayasa hasil kerjasama pemerintah daerah," katanya.

Dedi Mulyadi meminta agar Satpol PP Kabupaten Bogor mulai bergerak menertibkan pedagang kaki lima.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved