Minggu, 3 Mei 2026

Pembunuhan

Ada Temuan Mobil dan Motor, Pembunuhan Wartawati di Banjarbaru Kalsel Diduga Libatkan Pelaku Lain

Kasus pembunuhan wartawati bernama Juwita asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), diduga tak hanya dilakukan Kelasi Satu J tapi juga orang lain.

Tayang:
Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa via Kompas.com/BanjarmasinPost.com
WARTAWATI DIBUNUH - Sosok Kelasi Satu J (kiri), anggota TNI AL Lanal Balikpapan, yang diduga membunuh seorang wartawati bernama Juwita (kanan) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/3/2025). Kuasa hukum Juwita menduga ada pelaku lain selain Kelasi Satu J. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus pembunuhan wartawati bernama Juwita asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), diduga tidak hanya dilakukan satu orang saja. 

Sebelumnya pembunuhan wartawati itu diduga dilakukan oleh kekasihnya sendiri yang merupakan anggota TNI AL, Kelasi Satu J alias Jumran. 

Belakangan kasus pembunuhan tersebut diduga juga melibatkan pelaku lainnya. 

Dugaaan adanya pelaku lain itu diungkapkan oleh kuasa hukum Juwita, M Pazri. 

Pazri meyakini pelaku pembunuhan Juwita melibatkan orang lain lantaran karena dibutuhkan bala bantuan. 

Dugaan ini disampaikan Pazri, lantaran sang oknum TNI AL diketahui menyewa mobil saat bertemu Juwita.

Karena itu, Pazri meminta supaya proses penyidikan dikembangkan.

"Kita minta untuk dikembangkan proses penyidikan, karena kami menduga aksi pembunuhan ini tidak hanya dilakukan oleh pelaku tunggal," kata Pazri, Kamis (3/4/2025), dilansir BanjarmasinPost.co.id.

Baca juga: Terduga Pelaku Sempat Lamar Wartawati Juwita Sebelum Dibunuh, Kelasi J Tidak Hadiri Acara Lamaran

Menurut Pazri, pelaku tidak mungkin melakukan aksinya seorang diri lantaran adanya kendaraan lebih dari satu unit. 

"Proses penyidikan harus menyeluruh, kalau ada mobil, motor, masa pelaku tunggal?" imbuhnya.

Pazri menambahkan, perlu bagi Denpom Lanal Banjarmasin memeriksa semua rekaman CCTV di sepanjang rute tempat korban ditemukan.

Selain itu kuasa hukum juga mendesak supaya dilakukan tes DNA, sebab diduga kuat, Jumran merudapaksa Juwita.

"Artinya bahwa proses penyidikan harus dilakukan secara menyeluruh termasuk dengan pemeriksaan DNA karena diduga terjadi tindak kekerasan seksual di sana," ujarnya.

Dugaan Rudapaksa

Sebelumnya, Pazri juga menyampaikan dugaan lainnya berupa kemungkinan rudapaksa terhadap Juwita oleh Jumran.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved