Berita Video

VIDEO Sosok Rosalia Sogen Guru yang Tewas di Tangan KKB​​ Dimata Sahabat

Sahabat mengungkapkan sosok Rosalia Rerek Sogen yang tewas akibat serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) ketika menjadi guru di pedalaman Papua.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM--Sahabat mengungkapkan sosok Rosalia Rerek Sogen yang tewas akibat serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) ketika menjadi guru di pedalaman Papua. 

Sosok Rosalia Rerek Sogen di mata sahabat disebut bukan orang yang neko-neko. 

Curahan hati sahabat Rosalia itu ditulis oleh Fransiska M di akun facebooknya pada Kamis (24/3/2025). 

Fransiska mengatakan bahwa dirinya sudah mengenal Rosalia Rerek Sogen sedari SD. 

Sedari kecil, Rosalia adalah teman bermain di sekolah maupun di lingkungan rumah.

Kehidupan mereka di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pun cukup sederhana seperti mencari kayu untuk api ataupun mencari sayur babi di kebun. 

Di sekolah, Rosalia merupakan sosok yang jago matematika. Bahkan wanita kelahiran 26 Januari 1995 itu tidak pelit ilmu karena kerap mengajarkan matematika ke teman-teman sekolahnya.

Baca juga: Tewas di Tangan KKB, Begini Rasa Cinta Rosalia Rerek Sogen Terhadap Anak-anak Papua

“Kamu adalah sahabat saya yang paling jago matematika, dan ketika di bangku SMP di kala ada tugas matematika ataupun menjelang ujian kamu adalah orang yang sering saya temui untuk sama-sama mengerjakan soal matematika,” tulis Fransiska.

Saat kuliah dan menjadi anak kos, Rosalia juga dikenal sebagai siswa yang disiplin dan rajin. 

Mahasiswa di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang jurusan Matematika itu disebut tidak pernah neko-neko dalam hidup.

Bahkan Rosalia merupakan sosok yang religius. Dia disebut rajin melakukan puasa prapaskah dengan makan kenyang satu kali.

Baca juga: VIDEO MENCEKAM! Detik-detik Guru dan Nakes Papua "Lari" dari Kejaran KKB

“Kamu berpuasa seharian dan tidak makan nasi. Ahhh luar biasa saya pun kadang iri padam,” kenangnya. 

Fransiska mengenang kepergian Rosalia yang memutuskan menjadi guru di Papua tahun 2022 lalu.

Mereka sempat membuat pesta perpisahan sederhana sebelum Rosalia berangkat ke Papua.

“Tahun 2022, sebelum dirimu ke Papua, kita bertemu merayakan ulang tahunmu dan bernyanyi bersama meniup lilin. Bercerita apa saja tanpa jeda sambil mencicipi kue ulang tahunmu dan segelas teh panas,” kenangnya.

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved