Jumat, 17 April 2026

Tetangga Ungkap Sosok Marcellino yang Simpan Jasad Saudara di Freezer Daging

Tetangga ungkap sosok pria asal Pasar Kemis, Tangerang, Banten yang memutilasi sepupunya sendiri serta menaruh jasadnya di freezer daging

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Desy Selviany
Kompas.com/Intan Afrida Rafni
KONFERENSI PERS MUTILASI - Polresta Tangerang saat melakukan konferensi pers terkait kasus mutilasi di Pasar Kemis. Tersangka berinisial MR (24) membunuh dan memutilasi tubuh sepupunya, JR (54). (Kompas.com/Intan Afrida Rafni) 

Laporan Wartawan TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

 

WARTAKOTALIVE.COM - Tetangga ungkap sosok pria asal Pasar Kemis, Tangerang, Banten yang memutilasi sepupunya sendiri serta menaruh jasadnya di freezer daging berbulan-bulan. 

Diketahui sosok Marcellino Raun (24) menjadi sorotan usai ditangkap Polresta Tangerang. 

Marcellino Raun kedapatan membunuh sepupunya dan memulitasi jasad korban menjadi delapan bagian. 

Bukan hanya itu, pelaku juga menyimpan jasad korban di freezer daging sejak Desember 2023. 

Adapun lokasi mutilasi itu terjadi di sebuah rumah yang terletak di Vila Tomang Baru, Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.

Ketua RT 06 RW 13 Suharsono seperti dimuat TribunTangerang mengungkapkan sosok Marcellino yang mutilasi saudaranya sendiri.

Ketua RT mengungkapkan bahwa warga setempat sangat terkejut dengan kejadian tersebut, karena pelaku dikenal sebagai pribadi seperti warga biasa yang tidak menonjolkan perilaku mencurigakan.

"Sosoknya biasa saja (pelaku), cuman emang jarang kita lihat, karena pertama masuk sini, sebagai normal aja bayar iuran setiap bulan, tidak curiga, karena biasa aja, kaya orang pada umumnya," kata Suharsono kepada TribunTangerang.com, Sabtu (22/3/2025).

Suharsono menceritakan bahwa pelaku telah tinggal di lingkungan mereka sejak 2022 dan dikenal sebagai sosok yang tidak menonjol.

Karena pelaku tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan, Suharsono kaget ketika ada polisi datang ke wilayahnya.

"Gak ada kecurigaan sama sekali, kaget, apalagi dibilang ada mayat, padahal mayat gak disini," kata Suharsono.

Suharsono juga menceritakan pengalaman saat polisi datang untuk mengonfirmasi apakah pelaku benar mengontrak di wilayahnya.

"Saat polisi datang, beliau mengonfirmasikan apakah pelaku benar mengontrak di wilayah saya, dan saya jawab benar," ujarnya lagi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved