Teknologi
CEO NTT Data Indonesia Sebut Tata Kelola Data Jadi Penentu Nilai Tambah dari Teknologi GenAI
CEO NTT Data Indonesia, Hendra Lesmana mengatakan, tanpa tata kelola data yang baik, Gen AI tidak akan mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
"Kalau dipaksakan, sementara datanya semrawut, ya nggak akan jadi apa-apa. Tidak ada nilai tambah yang bisa diberikan oleh Gen AI," tegasnya.
Laporan NTT Data Indonesia juga memuat sejumlah skenario penggunaan yang memperlihatkan bagaimana Gen AI dapat memberikan nilai tambah bagi berbagai industri.
Salah satu area yang paling banyak disebut adalah di front office, terutama pada layanan customer service yang kini semakin banyak mengadopsi sistem berbasis AI.
"Sebanyak 52 persen responden kami menyebut bahwa implementasi Gen AI di customer service adalah langkah awal mereka," jelas Hendra.
Selain itu, Hendra menjelaskan tentang perkembangan agentic AI, yang menurutnya merupakan bentuk lanjutan dari chatbot konvensional.
"Teknologi ini tidak hanya merespons, tetapi juga bisa menjalankan tugas-tugas kompleks seperti merancang kempanye pemasaran secara otomatis," ujarnya.
Namun, Hendra kembali menekankan bahwa tantangan utama masih seputar infrastruktur dan data. Karena itu, banyak perusahaan mulai mempertimbangkan penggunaan cloud computing untuk mendukung implementasi Gen AI.
Khususnya di sektor-sektor yang sangat diatur seperti perbankan dan telekomunikasi, mereka cenderung mengarah ke solusi private AI.
Menurut Hendra, pendekatan ini dinilai lebih aman untuk industri yang sensitif terhadap privasi dan regulasi data, seperti pemerintahan maupun sektor yang mengelola data penting pelanggan.
"Private AI ini istilahnya adalah small language model (SLM), bukan large language model (LLM) seperti yang kita kenal di Gen AI umumnya," paparnya.
Potensi AI mengubah strategi bisnis
Hendra mengatakan, dalam tiga tahun ke depan, potensi AI untuk mengubah strategi organisasi inti sangat besar.
Bisnis yang mengadopsi teknologi ini akan meningkatkan efisiensi operasional mereka dan memosisikan diri sebagai pemimpin di industri masing-masing.
“Perusahaan-perusahaan Indonesia yang tidak memprioritaskan integrasi AI secara strategis sekarang akan berisiko tertinggal dalam lanskap digital yang berkembang pesat,” tandasnya.
| AGIBOT Bawa Robot Humanoid Berbasis AI ke Indonesia |
|
|---|
| NAVEE Luncurkan Beberapa Lini Model Skuter Listrik Baru di Indonesia, Jarak Tempuh Tembus 110 Km |
|
|---|
| Teltonika Perkenalkan Dead Reckoning, Teknologi yang Mampu Lacak Kendaraan di Area Tanpa Sinyal GPS |
|
|---|
| Antigravity dan Insta360 Rekam Borobudur ke Format Digital 3D Imersif Gunakan Drone 8K 360 Derajat |
|
|---|
| Hypernet dan Huawei eKit Hadirkan Ragam Teknologi Jaringan Pintar untuk Digitalisasi UMKM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/CEO-NTT-Data-Indonesia-Hendra-Lesmana.jpg)