Ini Sosok Mendikti Saintek Baru Prof Brian Yuliarto yang Pernah Terlibat Penelitian Covid-19
Presiden RI Prabowo Subianto untuk pertama kalinya mengganti Menteri sejak dilantik menjadi Presiden Oktober 2024 lalu.
WARTAKOTALIVE.COM - Presiden RI Prabowo Subianto untuk pertama kalinya mengganti Menteri sejak dilantik menjadi Presiden Oktober 2024 lalu.
Prabowo Subianto resmi mengganti Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Brodjonegoro pada Rabu (19/2/2025).
Satryo digantikan oleh Prof Brian Yuliarto yang saat ini menjadi Mendikti Saintek.
Lalu siapakah Prof Brian Yuliarto?
Dimuat situs ITB, Brian Yuliarto merupakan lulusan ITB, Bandung pada tahun 1999.
Kemudian dia melanjutkan pendidikan S2 di University of Tokyo, Jepang pada tahun 2002.
Di tahun 2005, Brian Yuliarto kembali melanjutkan S3 di University of Tokyo, Jepang.
Selama menjadi ilmuwan, Brian Yuliarto sudah berhasil menelurkan beberapa proyek ilmiah.
Misalnya saja dia terlibat dalam proyek Pengembangan Deteksi Dini Covid-19 Berbasis Micro-chip Surface Plasmon Resonance untuk Tes Diagnostik Non-PCR pada tahun 2020.
Dia juga terlibat dalam Deteksi Covid-19 Berbasis Lspr dengan menggunakan Aptamer RNA pada tahun 2021.
Dimuat Kompas.com Brian juga pernah menjabat sebagai Dekan FTI (2020–2024), Visiting Professor Tsukuba University (2021–sekarang), Kepala Research Center on Nanoscience and Nanotechnology ITB (2019–2020), Kepala Program Studi Teknik Fisika ITB (2016–2020), Ketua KK AFM FTI ITB (2018–2020), serta Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB (2010–2016).
Selain itu, Brian juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penyusun KEK JIIPE dan KEK Patimban, Anggota Komite Perencana BAPPEDA Jawa Barat 2012–2016, serta memegang lebih dari 20 konsultasi dan layanan kepakaran. Selama berkarier, Brian juga terlibat dalam berbagai proyek penelitian di bidang pangan dan kesehatan, dan pemegang sejumlah hak kekayaan intelektual (HKI).
Baca juga: Reaksi PDIP Dengar Kata "Hidup Jokowi" yang Diucap Prabowo Subianto
Brian menerima penghargaan bergengsi Habibie Prize pada tahun 2024 dalam kategori ilmu rekayasa.
Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Yayasan SDM Iptek sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar Brian Yuliarto dalam pengembangan teknologi berbasis material maju dan nanoteknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Kemudian, Brian menempati peringkat 18 dalam Indonesia Top 10.000 Scientist kategori Subjek Engineering & Technology.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Menteri-Pendidikan-Tinggi-Sains-dan-Teknologi-Mendikti-Saintek-Prof-Brian-Yuliarto.jpg)