Selasa, 5 Mei 2026

Kajian Islam

Batasan Waktu Bayar Utang Puasa Ramadan Tahun Lalu dan Dalil Qadha

Puasa Ramadan 2025 tinggal beberapa hari ini, jangan lupa Anda yang masih punya utang puasa wajib dibayar.

Tayang:
istockphoto
QADHA PUASA - Bagi yang masih punya utang puasa Ramadan tahun lalu, diwajibkan meng-qadha puasa 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Berikut ini niat puasa untuk mengganti utang atau qadha puasa Ramadan.

Puasa Ramadan 2025 tinggal beberapa hari ini, jangan lupa Anda yang masih punya utang puasa wajib dibayar. 

Melansir megasyariah.co.id, secara bahasa, qadha’ artinya menyelesaikan, menunaikan, dan memutuskan hukum atau membuat suatu ketetapan.

Sementara dalam konteks puasa Ramadan, qadha merujuk pada tindakan mengganti hari ibadah puasa yang ditinggalkan.

Seperti diketahui, saat kita tidak mampu menjalani ibadah puasa Ramadan karena alasan tertentu, wajib menggantinya dengan cara mengqadha.

Baca juga: Niat Qadha Puasa Ramadan, Tidak bisa Disatukan dengan Puasa Sunnah

Allah SWT mewajibkan qadha puasa Ramadan bagi orang yang mampu berpuasa namun terhalang karena aktivitas tertentu sesuai ketentuannya.

Misalnya, orang yang sakit, sedang dalam perjalanan, atau wanita yang sedang haid wajib mengganti puasa Ramadan sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan.

Alquran dalam Surat Al Baqarah ayat 184 memuat dalil mengenai qadha ini, yang artinya:

“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain.

Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

Baca juga: Hore Puasa dan Lebaran Muhammadiyah dan NU Kemungkinan Bareng

Niat puasa Qadha

Adapun niat puasa Qadha sebelum puasa Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadaa’i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.” Melansir detik.com/jateng, waktu mengqadha puasa Ramadan sejatinya tidak dijelaskan secara rinci.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved