Cek Kesehatan Gratis
Prof Tjandra Imbau Dokter Harus Jelaskan Hasil Cek Kesehatan Gratis Secara Detail
Prof Tjandra menyebut, cek kesehatan gratis yang dimulai hari Senin menjadi satu paket yang lengkap dengan tindak lanjutnya
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Prof Tjandra Yoga Aditama Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara mengimbau agar dokter atau tim medis harus menjelaskan detail hasil cek kesehatan gratis (CKG) kepada setiap warga yang diperiksa.
Prof Tjandra menyebut, cek kesehatan gratis yang dimulai hari Senin menjadi satu paket yang lengkap dengan tindak lanjutnya, sehingga benar-benar bermanfaat bagi kesehatan masyarakat Indonesia.
“Sesudah selesai berbagai tes yang dilakukan di Puskesmas maka dokter perlu menjelaskan hasilnya ke tiap warga yang diperiksa,” kata Prof Tjandra kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/2/2025).
Anjuran kesehatan yang diberikan akan tergantung dari hasil tes kesehatan masing-masing orang dan sangat spesifik.
Inilah gunanya pemeriksaan kesehatan berkala agar masyarakat tahu masalah kesehatan secara spesifik dan anjuran khusus untuk hasil pemeriksaan.
“Pola hidup sehat harus mampu diyakinkan oleh dokter seusai melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Diperlukan penyuluhan kesehatan agar masyarakat semua menyadari bahwa kesehatan adalah aset berharga,” ungkap Direktur Pascasarjana Universitas YARSI.
Prof Tjandra berharap, semoga program cek kesehatan gratis ini dapat menyediakan sarana yang diperlukan agar semua warga dapat check up dengan baik dan status kesehatan masyarakat secara lengkap dapat terjaga.
Adapun CKG resmi dimulai hari ini. Masyarakat luas sudah bisa memanfaatkan CKG saat ulang tahun.
Pemeriksaan ini bisa dilakukan di puskesmas dan klinik yang bekerja sama.
Warga wajib mengunduh aplikasi SATUSEHAT Mobile sebelum mengikuti cek kesehatan gratis, untuk mengetahui jadwal dan mendapatkan tiket pemeriksaan di puskesmas.
Baca juga: Pj Gubernur Jakarta Tegaskan Cek Kesehatan Gratis Tidak Termasuk Pengobatan, Warga Mengeluh
Cara pemeriksaan
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi memaparkan, cara pemeriksaan pada CKG.
Cek kesehatan gratis ini meliputi 20 jenis pemeriksaan pada dua level atau kategori pemeriksaan. Baik untuk dewasa (di atas 18 tahun - 59 tahun) dan lansia (di atas 59 tahun), .
Ia mengatakan, tidak semua jenis pemeriksaan bisa didapatkan masyarakat, namun disesuaikan dengan usia.
Seperti pemeriksaan kanker payudara dan kanker serviks dilakukan pada perempuan dewasa berusia 30 tahun ke atas.
Sementara bagi usia 18 – 19 tahun, pemeriksaan terkait kanker belum didapatkan.
Jadi yang 18 sampai 29 kalau perempuan belum dapat itu. Jadi akan diikuti mulai usia 30 tahun,” kata dia saat ditemui di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta, Senin (10/2/2025).
Hal itu juga berlaku, pada pemeriksaan jantung, dimana ini akan dilakukan pada usia 40 tahun ke atas.
Namun untuk memeriksakan seperti tekanan darah, gula darah, periksa mata, periksa pendengaran, gigi warga akan mendapatkannya pada setiap CKG.
“Jadi pemeriksaan pertanyaan tentang merokok, aktivitas fisik, kemudian pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kemudian periksa mata, periksa telinga, gigi, nah itu semua pasti mendapatkan. Tapi yang lainnya itu sesuai umurnya,” terang Endang.
Baca juga: Belum Penuhi Kuota Peserta, Teguh Setyabudi Bakal Gencar Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis
Pemeriksaan penyakit menular seksual jarang peminat
Endang menuturkan, khusus pemeriksaan hepatitis, sifilis dan HIV pihaknya menyadari masih banyak masyarakat yang enggan melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual.
Karena itu, Kemenkes tidak menargetkan terlalu tinggi masyarakat yang ikut pemeriksaan ini.
“Masyarakat kadang-kadang tidak mau untuk dicek yang penyakit menular seksualnya. Sehingga kami untuk HIV, sifilis itu cuma menyediakan di awal sekitar 30 persen karena masyarakat belum terlalu mau dicek,” kata dia.
20 pemeriksaan kesehatan gratis
Berikut Jenis Pemeriksaan untuk Cek Kesehatan Gratis pada Dewasa dan lansia:
1. Merokok
2. Tingkat Aktivitas Fisik
3. Status Gizi
4. Gigl
5. Tekanan Darah
6. Gula Darah
7. Risiko Stroke, Risiko jantung (dilakukan pada usia di atas 40 tahun)
8. Fungsi Ginjal (dilakukan di atas 40 tahun)
9. Tuberkulosis
10. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
11. Kanker Payudara (dilakukan pada usia 30 tahun)
12. Kanker Leher Rahim (dilakukan pada usia di atas 30 tahun)
13. Kanker Paru (dilakukan pada usia di atas 45 tahun)
14. Kanker Usus Besar ( dilakukan di atas 50 tahun)
15. Mata
16. Telinga
17. Jiwa
18. Hati (Hep B, C, Sirasis)
19. Calon Pengantin (Anemia, Sifilis, HIV)
20. Geriatri (dilakukan di atas 60 tahun)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News
Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini
| Gibran Tinjau Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Menteng Jakpus, Targetkan 50 Juta Warga |
|
|---|
| CKG di Sekolah Keagamaan, Wali Kota Jakbar Minta Dekatkan Layanan untuk Pelajar |
|
|---|
| Tinjau Cek Kesehatan Gratis di SDN 2 Cideng, Mendikdasmen Ingin Anak-anak Tumbuh Sehat |
|
|---|
| Cek Kesehatan Gratis di Kantor Pemkot Jakarta Timur, ASN Harus Lari 1,6 Km |
|
|---|
| Pemkab Bekasi Sasar Pesantren dan Sekolah Program Cek Kesehatan Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/cek-kesehatan-gratis-hari-pertama13.jpg)