Senin, 20 April 2026

Bahlil Ngaku Dipanggil Presiden Prabowo Usai Kisruh LPG 3 Kg

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait kisruh penjualan LPG 3KG.

Editor: Joanita Ary
WartaKota/Nuri Yatul Hikmah
DIPANGGIL PRESIDEN -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalila mengaku mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait kisruh penjualan LPG 3 kilogram (kg). Bahlil mengungkapkan Prabowo memberi instruksi langsung terkait distribusi LPG 3 kg.Salah satu arahan yang diberikan adalah distribusi LPG 3 kg harus tepat sasaran agar pemberian subsidi juga tidak melenceng. 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait kisruh penjualan LPG 3 kilogram (kg).

Bahlil mengungkapkan Prabowo memberi instruksi langsung terkait distribusi LPG 3 kg.

Salah satu arahan yang diberikan adalah distribusi LPG 3 kg harus tepat sasaran agar pemberian subsidi juga tidak melenceng.

Pemerintah diketahui menggelontorkan hingga Rp 87 triliun untuk mensubsidi produk tersebut.

Hal ini disampaikan Bahlil saat meninjau langsung ke pangkalan LPG 3 kg Kevin Alesandro di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (4/2/2025).

"Atas perintah Bapak Presiden, saya baru ditelepon tadi pagi dan tadi malam kami diarahkan, adalah pertama memastikan LPG ini harus tepat sesaran dan subsidi harus tepat sasaran. Harganya harus terjangkau," ujar Bahlil

Arahan lainnya, menurut Bahlil adalah supplier atau pengecer yang selama ini sudah ada akan diubah menjadi sub pangkalan per hari ini.

Mereka akan dibekali semacam teknologi untuk mempermudah pendataan terhadap harga dan jumlah LPG 3 kg yang dijual.

Selain itu mulai hari ini pengecer bisa kembali jualan LPG 3 kg dengan nama sub pangkalan.

Nantinya Pertamina dan Kementerian ESDM akan membekali para pengecer dengan sistem aplikasi untuk menjadi sub-pangkalan tanpa dikenakan biaya sepeser pun.

"Jadi mulai hari ini, pengencer-pengencer seluruh Indonesia kembali aktif dengan nama sub-pangkalan. Nanti Pertamina dengan ESDM akan membekali mereka sistem aplikasi, dan proses mereka menjadi sub-pangkalan tidak dikenakan biaya apapun," katanya.

Kemudian ia juga memastikan Pertamina dan ESDM akan proaktif membantu proses pengecer menjadi sub-pangkalan.

Saat dikonfirmasi kriteria seperti apa yang bisa diangkat jadi sub-pangkalan, Bahlil menyebut semua yang sudah beroperasi dan terdaftar akan jadi sub-pangkalan secara otomatis.

Bahlil lantas mengingatkan harga LPG 3 kg di tingkat sub-pangkalan harus dijual sesuai aturan.

Menurut Bahlil, dengan adanya subsidi sekitar Rp 36.000 per tabung maka normalnya LPG 3 kg dijual antara Rp 15.000 atau paling mahal Rp 19.000 per tabung.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved