Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bekasi

Beton Tower Provider di Bekasi Ambruk, Polisi Libatkan Ahli Konstruksi, Ini Alasannya

Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa mengatakan pihaknya terpaksa menggandeng ahli konstruksi dalam kasus beton tower provider yang ambruk.

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Valentino Verry
istimewa
PENYANGGA TOWER AMBRUK - Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa saat diwawancara awak media di Mapolres Metro Bekasi, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat (31/1/2025). Wawancara tersebut terkait perkembangan kasus ambruknya beton penyanggah tower di Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi hingga memakan korban tujuh orang, Senin (27/1/2025). (istimewa/Polres Metro Bekasi). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pihak kepolisian akan melibatkan ahli konstruksi untuk menyelidiki perkara ambruknya beton penyangga tower provider di Jalan Mista Raya, Kavling Bumi Indah Sejahtera, RT 08 RW 05, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa mengatakan pihaknya melibatkan ahli konstruksi bukan tanpa alasan.

Ahli konstruksi nantinya akan dimintai keterengan serta penjelasan antara lain perihal skema maupun standar jika seseorang ingin mendirikan bangunan tower.

Baca juga: Selidiki Penyebab Beton Penyangga Tower Provider Ambruk di Bekasi, Polisi Periksa Tujuh Saksi

Baca juga: Bangun Tower Provider di Lantai Tiga Rumah, Warga Perumahan Telaga Elok Bekasi Resah

“Kami tengah ingin menanya kepada saksi ahli, saksi ahli yang berkaitan dengan jasa kontruksi, ataupun saksi ahli dari lembaga yang lain tentang pendirian tower itu sudah layak atau belum, antara lantai yang atas itu, kalo dipasang besi seberat itu masih masuk akal atau sesuai dengan standar atau tidak,” kata Mustofa saat ditemui awak media di Polres Metro Bekasi, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat (31/1/2025).

Mustofa menjelaskan jika pemeriksaan dengan saksi ahli sudah rampung, pihaknya baru dapat mengetahui apakah proyek pembangunan tower tersebut telah melanggar aturan atau tidak.

“Kalau tidak sesuai dengan standar kan ada pelanggarannya, tapi yang bisa menentukan itu kan saksi ahli, tentang kekuatan gedung, jenis besi, itu kan kami harus berkomunikasi dengan saksi ahli,” jelasnya.

Dilibatkannya ahli konstruksi untuk penyeledikan perkara ini juga dibenarkan oleh Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti.

PENYANGGA TOWER AMBRUK - Beton penyanggah tower di Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi ambruk hingga memakan korban tujuh orang pada Senin (27/1/2025) lalu. Satreskrim Polres Metro Bekasi tengah melakukan penyelidikan perkara. (Tribun Bekasi / Rendy Rutama Putra).
PENYANGGA TOWER AMBRUK - Beton penyanggah tower di Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi ambruk hingga memakan korban tujuh orang pada Senin (27/1/2025) lalu. Satreskrim Polres Metro Bekasi tengah melakukan penyelidikan perkara. (Tribun Bekasi / Rendy Rutama Putra). (warta kota/rendy rutama)

Secara rinci, ahli konstruksi juga dinilai mampu membantu menyelidiki penyebab runtuhnya beton tersebut.

"Sementara belum ya (diketahui penyebab runtuh), karena kami perlu keterangan ahli konstruksi dan perlu pemeriksaan dulu," singkat Wuriyanti saat ditemui di lokasi kejadian pada Selasa (28/1/2025).

Diketahui sebelumnya, beton penyangga tower provider tersebut ambruk pada Senin (27/1/2025) sekira pukul 10.00 WIB.

Akibat kejadian itu mengakibatkan enam pekerja proyek mengalami luka dan satu meninggal dunia.

Lima korban selamat sudah dievakuasi oleh para warga dan satu korban oleh petugas Damkar Kabupaten Bekasi.

Sementara satu orang yang dinyatakan meningga dunia Imas tertimpa beton penyangga tower baru berhasil dievakuasi petugas gabungan dari Basarnas, PMI, Damkar, Polri, dan TNI pada Rabu (29/1/2025). 

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News 

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved