Jumat, 24 April 2026

Kecelakaan

Minta Maaf Kepada Korban dan Keluarga, Kecelakaan yang Libatkan Mobil Pelat Kemhan Berakhir Damai

Kasus kecelakaan maut yang melibatkan mobil dinas berpelat Kementerian Pertahanan (Kemhan), Pasar Bintang Mas, Palmerah, Jakarta Barat, berakhir damai

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
BERAKHIR DAMAI - Kasus kecelakaan maut yang melibatkan mobil dinas berpelat Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Pasar Bintang Mas, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (30/1/2025) berakhir damai. Dalam video yang beredar, pengendara mobil SK (23) yang mengenakan kaos biru garis-garis minta maaf kepada korban dan keluarganya. 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH — Kasus kecelakaan maut yang melibatkan mobil dinas berpelat Kementerian Pertahanan (Kemhan), Pasar Bintang Mas, Palmerah, Jakarta Barat, berakhir damai, Kamis (30/1/2025).

Diketahui, pengendara mobil bernama Slamet Khoiruddin (23) menabrak sejumlah pengendara motor dan mobil hingga alami luka serius.

Bahkan, salah seorang pejalan kaki bernama Teguh Ramadhan (25) harus meregang nyawa akibat pelaku melajukan mobilnya secara ugal-ugalan. 

Dalam video yang beredar, nampak pelaku mengenakan kaos biru garis-garis, menyampaikan permohonan maafnya kepada korban dan keluarga korban.

Ia juga tampil dengan satu mata yang tertutup perban lantaran sebelumnya babak belur dihajar massa. 

"Kepada korban dan keluarga korban, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga bersedia memaafkan saya," kata Slamet dihadapan para korban, Kamis.

Ia kemudian menyalami sejumlah korban yang mengalami luka serius akibat perbuatannya.

Korban pertama yang ia salami bahkan kini mengenakan tongkat sebagai alat bantu jalan. 

Sementara korban lainnya nampak sudah sehat.

Slamet menyalami masing-masing dari korban dan menerima sejumlah nasihat agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Udah ya terakhir, jangan diulangi lagi, kasihan yang enggak bisa jalan," kata salah satu korban yang kakinya masih dibalut perban.

Baca juga: Kecelakaan, Anak Kendarai Mobil Dinas Kemhan Milik Orangtua, Ini Penjelasan Brigjen TNI Frega Wenas

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto membenarkan hal tersebut.

Namun, dirinya mengaku tak ikut campur mengenai kompensasi apa yang diberikan oleh pelaku terhadap para korban.

"Itu tentunya pihak keluarga (yang hadir) dari yang buat testimoni itu pengendara mobil (pelaku)," kata Joko saat dihubungi Warta Kota, Kamis (30/1/2025).

"Intinya kami berani menyelesaikan masalah karena sudah ada kesepakatan di antara semua pihak yang berperkara," pungkasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved