Sabtu, 18 April 2026

Imlek 2025

Muslim Tionghoa Datangi Klenteng Bio Kwan Tee Koen Karawang Sekedar Silaturahmi

Mualaf keturunan Tionghoa di Karawang, Jawa Barat masih datang ke klenteng tiap perayaan Tahun Baru Imlek.

warta kota/muh azzam
Yanto (59) Biokong Klenteng Kwan Tee Koen di Jalan Insinyur Juanda, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, bicara kebiasaan muslim keturunan Tionghoa. Foto Senin (27/1/2025) 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG -- Mualaf keturunan Tionghoa di Karawang, Jawa Barat masih datang ke klenteng tiap perayaan Tahun Baru Imlek.

Menurut mereka perayaan imlek itu merupakan tradisi kebudayaan dan warisan leluhur. Sehingga, tetap ikut merayakan meskipun sudah pindah agama atau masuk islam.

Seperti di Klenteng Bio Kwan Tee Koen yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Bio Kong Yayasan Darma Prasada Maha Meta atau pengurus Klenteng Bio Kwan Tee Koen, Yanto menyampaikan, tiap tahun baru imlek ada umat Islam khususnya keturunan yang mualaf masih datang ke klenteng.

"Muslim mualaf masih datang ke klenteng. Sebenarnya masih ada, cuma setahu saya waktu Imlek kemarin dia tidak datang," kata Yanto saat diwawancara belum lama ini.

Baca juga: Rayakan Imlek 2025 Bersama Keluarga, Delon Thamrin Berharap Keberuntungan Supaya Dapur Tetap Ngebul

Yanto menjelaskan, ada enam orang muslim yang datang ke klenteng.

Dua orang warga Cibitung, Kabupaten Bekasi dan empat orang warga Karawang.

Akan tetapi saat momen Imlek hanya dua orang saja yang biasa datang ke klenteng.

Selebihnya, mereka datang pada hari-hari biasa atau diluar momen perayaan Imlek.

"Ya itu yang datang pas imlek orang Cilamaya Karawang pakai jilbab. Untuk namanya bagiamana saya engga tahu, engga pernah tanya nama karena etika kita juga di sini," ucapnya.

Selain mempertahankan tradisi kebudayaan, alasan muslim itu datang ke klenteng karena ingin silaturahmi untuk mengingat leluhur.

Karena mereka merupakan keturunan Chinese atau Tionghoa.

Bahkan, saat perayaan Imlek mereka turut ikut memasang dupa di Patung Dewa Kwan Kong atau Tuan Rumah.

"Datang pas Imlek dia pasang dupa tapi di tuan rumah khususnya engga keliling semua," katanya.

Dirinya juga berpendapat perayaan Imlek itu seperti perayaan 1 Muharam yang dilakukan umat Islam.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved