Jumat, 24 April 2026

Kebakaran

Tim DVI Ungkap Pramugari dan Pramugara Jadi Korban Kebakaran Glodok Plaza

Tim DVI Ungkap Pramugari dan Pramugara Diduga Jadi Korban Kebakaran Glodok Plaza

istimewa
Tim Disaster Victim (DVI) mengungkapkan bahwa sejumlah korban yang dilaporkan hilang dalam kebakaran Glodok Plaza, Jakarta Barat merupakan kru pesawat atau pramugari dan pramugara. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Tim Disaster Victim (DVI) mengungkapkan bahwa sejumlah korban yang dilaporkan hilang dalam kebakaran Glodok Plaza, Jakarta Barat merupakan kru pesawat atau pramugari dan pramugara.

Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri, Kombes Ahmad Fauzi mengatakan informasi adanya pramugari dan pramugara atau kru pesawat dalam daftar korban berdasarkan laporan pihak keluarga yang kehilangan kerabat atau anggota keluarganya.

 "Ada beberapa korban yang terindikasi bagian dari kru pesawat," kata Fauzi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (19/1/2025).

Baca juga: Daftar Lengkap Pramugari dan Pramugara Diduga Kuat Korban Kebakaran Glodok Plaza

Di antaranya, kata dia, Oshima Yukari, Pramugari BBN Airlines yang dilaporkan hilang ketika menghadiri pesta perayaan ulang tahun seorang temannya di Glodok Plaza saat kebakaran terjadi.

Orangtua Oshima Yukari pun sebelumnya sudah bertolak dari Kendal, Jawa Tengah ke Posko Antemortem untuk menyerahkan data pembanding keperluan identifikasi kepada Tim DVI.

Lantaran terdapat sejumlah kru pesawat, Tim DVI akan berkoordinasi dengan Balai Kesehatan Penerbangan untuk mendapat data pembanding antemortem meliputi sidik jari, gigi, dan DNA.

"Kru pesawat itu punya data rekam medis yang cukup baik di Balai Kesehatan Penerbangan. Kita akan bersurat, mudah-mudahan dari Balai Kesehatan memiliki datanya," ujarnya.

Fauzi menuturkan identifikasi dilakukan menggunakan metode DVI lewat pencocokan data sidik jari, gigi, dan DNA karena kondisi jenazah terbakar atau tak bisa dikenali secara fisik.

Pencocokan data sidik jari, gigi, dan DNA dilakukan karena pada ketiganya terdapat karakteristik khusus untuk menunjukkan identitas seseorang secara medis, dan hasilnya akurat.

Sehingga bila Tim DVI mendapat data pembanding antemortem yang lebih lengkap dari Balai Kesehatan Penerbangan diharapkan dapat membantu identifikasi jenazah korban.

"Mudah-mudahan bisa membantu melengkapi data antemortem," tuturnya.

Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Mabes Polri telah mengambil sampel DNA dari 14 keluarga yang melaporkan hilangnya anggota keluarga mereka.

Setelah hasil pemeriksaan DNA keluar, data Ante Mortem dan Post Mortem akan dicocokkan untuk memastikan identitas korban.

Hingga kini Polri masih membuka posko laporan kehilangan anggota keluarga dalam kebakaran tersebut.

Sebab kejadian ini digolongkan sebagai 'open disaster'.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved