Berita Nasional

PDIP Bantah Rencana Pertemuan Megawati dan Presiden Prabowo Upaya Barter Kasus Hasto

Politisi PDIP Said Abdullah menepis anggapan bahwa rencana pertemuan Megawati dan Presiden Prabowo untuk meredam kasus Hasto.

tribunnews
Ketua DPR Puan Maharani bersama Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto. Puan mengunggah video kebersamaan dengan Prabowo dan sejumlah ketua umum partai di KIM beberapa waktu lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kabar mengenai rencana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden kelima atau Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri santer dibicarakan publik.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menepis anggapan rencana pertemuan keduanya bukan sebagai ajang barter status hukum Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. 

“Perlu saya tegaskan bahwa hubungan baik kedua tokoh jangan disimpulkan bahwa hal itu sebagai sinyal untuk membarter status hukum yang saat ini disangkakan kepada Mas Hasto,” ucap Said dalam keterangannya, Jumat (17/1/2025).

Baca juga: Wacana Pertemuan Presiden Prabowo dan Megawati, Pengamat: Sulit, Kecuali Beliau Menjauhi Jokowi

Said mengatakan Megawati memang memberi perhatian terhadap kasus Hasto

Megawati hanya ingin agar hukum tegak menjadi panglima. 

Megawati juga menegaskan agar meletakkan hukum dalam koridor yang benar.

"Hal itu (barter) tidak ada kaitannya, dan bukan karakter Ibu Mega memperdagangkan hukum," imbuhnya.

Harapannya, kedua tokoh bangsa ini bisa segera bertemu dalam waktu dekat.

Baca juga: Soal Pertemuan Prabowo Subianto & Megawati Soekarnoputri, Begini Tanggapan Kepala Staf Kepresidenan

Terlebih, Megawati sudah menegaskan pada saat pidato di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 kalau hubungan dirinya dengan Presiden Prabowo masih terjalin baik. 

Hal itu diamini Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani.

Said menilai, pertemuan keduanya dianggap bisa meredakan kegaduhan yang tidak proporsional, terutama dari kalangan pendengung. 

"Doakan pertemuan kedua beliau bisa terlaksana setidaknya sebelum PDI Perjuangan melaksanakan Kongres," jelas dia.

 

Kongres PDIP Undang Presiden Prabowo 

Said mengungkapkan Kongres PDIP akan mengundang Presiden Prabowo. Adapun tidak masuknya PDIP ke dalam pemerintahan juga tidak berarti dimaknai sebagai sikap oposisi.

"Seperti yang ditegaskan Ibu Mega kepada kami, sistem politik kita tidak mengenal oposisi atau koalisi. Jadi posisi PDI Perjuangan akan tetap berada di luar pemerintahan, dan akan menjadi sahabat yang kontruktif bagi pemerintahan Presiden Prabowo," ucap dia.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News 

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved